Polres Gayo Lues Musnahkan 3 Hektare Ladang Ganja di Pegunungan Aih Kering Pining

Jarak tempuh menuju ladang ganja itu dari kampung Pepelah itu sekitar 4 jam perjalanan dengan medan yang curam.

Polres Gayo Lues Musnahkan 3 Hektare Ladang Ganja di Pegunungan Aih Kering Pining
SERAMBINEWS.COM/RASIDAN
Kapolres Galus bersama personel lainnya dan dibantu oleh perangkat desa dari lima desa di kecamatan musnahkan ladang ganja seluas 3 Ha di Aih Kering, kecamatan Pining, Galus, Sabtu (15/12/2018). 

Laporan Rasidan | Gayo Lues 

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Kapolres Gayo Lues (Galus) AKBP Eka Surahman bersama Wakapolres Kompol Andyano didampingi anggota Koramil dan Kapolsek Pining serta anggota Satpol PP bersama perangkat desa dari sejumlah desa di Kecamatan Pining tersebut memusnahkan ladang ganja seluas 3 hektare, Sabtu (15/12/2018).

Ladang ganja tersebut berada di lokasi Pegunungan Aih Kering, Kecamatan Pining.

Bahkan jarak tempuh menuju ladang ganja itu dari pinggir jalan Blangkejeren menuju Pining atau dari kampung Pepelah itu sekitar 4 jam perjalanan dengan medannya yang curam. 

Kapolres Galus AKBP Eka Surahman didampingi Kasat Narkoba Iptu Syamsuir, kepada Serambinews.com, di lokasi ladang mengatakan, pemusnahan ladang ganja seluas 3 hektare lebih kurang dengan ketinggian mencapai 1,5 meter dan siap panen.

Baca: Usai Rampas Senjata, Pemilik Ladang Ganja Tembak Polisi

Baca: Diwarnai Drama Perampasan Senjata, KBO Satres Narkoba Polres Galus Tertembak di Ladang Ganja

Baca: Lokasi Ladang Ganja Tersebar

"Selain personel polisi juga melibatkan penghulu dan perangkat desa dari lima desa yakni Penghulu, Pepelah, Ekan, Uring, Pasir Putih dan Pining," sebut Kasat Narkoba.

Sementara Penghulu Pepelah, M Amin, mengakui, sekitar 25 persen lagi warga diperkirakan masih melakukan menanam ganja selama ini, bahkan untuk mengalih kebiasaan sejumlah warga itu, salah satu solusinya pemerintah harus membuka jalan dari Ekan ke Pining sebagai jalan sektor pertanian.

Sehingga lanjutnya, kebiasaan warga tersebut bisa beralih dari petani ganja menjadi petani kemiri dan kakao (cokelat) atau tanaman lainnya yang menjanjikan dan tidak berisiko bagi masyarakat di kecamatan Pining tersebut. (*) 

Penulis: Rasidan
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved