Senin, 11 Mei 2026

Banjir Subulussalam Mulai Surut

Banjir besar akibat tingginya curah hujan serta kiriman dari Kutacane, Aceh Tenggara yang sempat merendam tiga desa

Tayang:
Editor: bakri
IST
Akibat meluapnya Sungai Gelombang, Kecamatan Sultan Daulat, Pemko Subulussalam mengakibatkan tiga kecamatan di Aceh Selatan, yakni Trumon Timur, Trumon Tengah dan Trumon, sejak Jumat hingga Sabtu (14-15/12) tergenang banjir. 

* Ratusan Rumah Masih Terendam

SUBULUSSALAM - Banjir besar akibat tingginya curah hujan serta kiriman dari Kutacane, Aceh Tenggara yang sempat merendam tiga desa di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam selama tiga hari belakangan, mulai surut pada Sabtu (15/12). Meski demikian, ratusan rumah penduduk termasuk fasilitas umum seperti sekolah masih terendam banjir.

Darmansyah, salah seorang warga Desa Sigrun yang dikonfirmasi Serambi, kemarin, mengatakan, ketinggian air memang mulai menyusut, namun beberapa rumah dan ruas jalan masih tergenang. Malah, jelasnya, sejak pukul 13.00 WIB, ketinggian air justru bertahan sehingga warga masih khawatir bila hujan mengguyur hulu, banjir bakal kembali meninggi.

Darmansyah menambahkan, kondisi banjir di Desa Sigrun dan Jabi-Jabi masih tergolong parah, meski mulai surut. Sebab, ratusan rumah di kedua desa itu masih terendam banjir. Bahkan, ruas jalan di Jabi-Jabi maupun Sigrun, hingga kini juga tetap tergenang. “Dari yang kemarin, memang sudah mulai surut tapi rumah dan sekolah masih banyak yang terendam, jalan juga masih terendam. Malah, jalan desa baik di Sigrun atau Jabi-Jabi ketinggian airnya sampai sepinggang orang dewasa,” terang Darmansyah.

Dilanjutkannya, sebagian besar warga Jabi-Jabi maupun Sigrun masih tetap dalam pengungsian, baik itu di rumah kerabat atau tetangga. Kalau pun ada yang pulang hanya sekadar untuk memperbaiki kerusakan atau membersihkan lumpur dari rumahnya. Pun demikian, aktivitas belajar mengajar (PBM) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jabi-Jabi masih lumpuh total karena sekolah itu terendam.

Sedangkan, warga Desa Suka Maju dilaporkan mulai pulang untuk membersihkan rumahnya, setelah banjir berangsur-angsur surut. “Sudah mulai surut, jalan nasional juga sudah tidak terendam lagi. Tapi, rumah warga yang terletak di dataran agak rendah tetap terendam banjir,” ujar Asmadi, warga Suka Maju kepada Serambi, kemarin.

Asmadi mengungkapkan, meski banjir sudah surut, tapi masih banyak rumah penduduk yang tergenang. “Kalau pun ada yang mengering, masih tertutup lumpur hingga harus dibersihkan,” ujarnya. “Beberapa fasilitas umum juga ada yang terendam air hingga sekarang,” imbuh dia. Oleh sebab itu, tukas dia, warga sangat berharap agar pemerintah mencari solusi terkait bencana yang tiap tahun melanda kawasan tersebut.

Pantauan Serambi di lapangan, warga terlihat mulai membersihkan lantai rumah dan peralatan mereka yang terendam banjir. Meski sudah pulang, warga mengaku, sebenarnya banjir belum dapat dikatakan surut karena cuaca masih sangat buruk dan diwarnai hujan lebat. “Masih takut juga karena airnya masih meluap. Ini nanti malam bisa saja besar lagi,” ucap warga.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga desa yang paling parah terendam banjir Subulussalam adalah Desa Jabi-Jabi, Sigrun, dan Suka Maju, Kecamatan Sultan Daulat. Eksesnya, ribuan rumah penduduk terendam banjir luapan Sungai Souraya yang membentang di sepanjang tiga desa tersebut. Banjir kali ini dinilai paling parah, bahkan melebihi kejadian tahun 2000 lalu.

Setelah surut di Kecamatan Sultan Daulat, banjir yang melanda Subulussalam kini merendam permukiman penduduk di kawasan daerah aliran sungai (DAS) yang masuk Kecamatan Rundeng dan Longkib. Pasalnya, Sungai Souraya juga membentang hingga ke kedua kecamatan tersebut dan ujungnya berakhir di Aceh Singkil. “Air sudah mulai naik di Runding,” kata Maharudin, warga setempat.

Dibeberkan dia, selain rumah warga, banjir juga telah merendam sejumlah fasilitas pendidikan seperti sekolah dan pos kesehatan desa (poskesdes). Informasinya, hingga kini ada tujuh unit sekolah yang terendam sehingga menyebabkan aktivitas belajar mengajar lumpuh lumpuh. Ironisnya, saat ini sekolah itu sedang dalam suasana ujian.

Akibat meluapnya Sungai Souraya di Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam yang salah satunya bermuara ke Kecamatan Trumon Timur, Trumon Tengah, dan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, mengakibatkan beberapa titik di wilayah Trumon Raya digenangi banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 25 centimeter (sm) sampai dengan 60 cm.

Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, May Fendri SE saat dikonfirmasi Serambi, Sabtu (15/12), menjelaskan, sesuai data sementara yang dikumpulkan pihaknya, daerah terdampak banjir di Aceh Selatan yakni Kecamatan Trumon Timur yang menimpa Gampong Seuneubok Pusaka dan Gampong Titi Poben.

“Sedangkan di Kecamatan Trumon Tengah, banjir merendam Gampong Lhok Raya dan Gampong Cot Bayu. Kedua gampong tersebut masih dalam pemantauan dan pendataan. Total terdampak banjir sementara ini adalah, 135 rumah dengan penghuninya 150 KK atau 523 jiwa,” ungkap May Fendri.

Ditanyai mengenai pengungsi, May Fendri menjelaskan, bahwa di Kecamatan Trumon, tepatnya di Gampong Lhok Raya ada 10 KK dengan 50 jiwa yang mengungsi ke Kompi Datasemen B Brimob Trumon Tengah. “Kondisi terakhir di Kecamatan Trumon Timur, yakni di Gampong Seuneubok Pusaka Air, banjir masih menggenangi rumah warga, demikian juga di Gampong Titi Poben Air di mana banyak rumah warga yang terendam,” ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved