Jalan Banyak yang Longsor

Tingginya curah hujan selama beberapa pekan terakhir mengakibatkan arus transportasi di Dataran Tinggi Gayo terganggu

Jalan Banyak yang Longsor
SERAMBI/ASNAWI LUWI
Hujaan deras menguyur pegunungan Desa Kayu Mbelin, Kecamatan Lawe Sigala-gala. Akibatnya, jembatan menumpuk material bebatuan yang merupakan banjir kirimkan. Arus transportasi macet dan kenderaan roda empat, roda dua, roda tiga dan jenis.Sabtu (15/12). 

* Termasuk Sejumlah Jembatan

TAKENGON - Tingginya curah hujan selama beberapa pekan terakhir mengakibatkan arus transportasi di Dataran Tinggi Gayo terganggu. Tanah longsor terjadi di sejumlah titik, yang mengakibatkan badan jalan amblas maupun tertimbun. Di samping itu, sejumlah jembatan juga ada yang putus dan rusak.

Tanah longsor ini tidak hanya terjadi di lintasan jalan nasional, tetapi juga di jalan kabupaten, dan jalan penghubung antarkecamatan. Sangking banyaknya, Pemkab Aceh Tengah hingga kemarin belum dapat menangani seluruh jalan tersebut karena keterbatasan peralatan dan personel. Penanganan terpaksa dilakukan secara bertahap.

“Hari ini (kemarin) kami masih melakukan pembersihan ruas jalan elak di kawasan Kampung Paya Tumpi Baru, Kecamatan Kebayakan,” kata Kepala Pelaksana (Kalaks) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, Thamrin Elasri, kepada Serambi, Sabtu (15/12).

Sementara beberapa ruas jalan lain yang belum ditangani, di antaranya jalan di Kampung Serule dan jalan di Kampung Delung Sekinel, Kecamatan Linge. Selanjutnya ruas jalan Kampung Kenawat Kecamatan Lut Tawar menuju Kampung Tebuk Kecamtan Pegasing. “Juga ada jembatan Ruak di Kampung Jamat dan Kampung Kute Panang,” tambah Thamrin.

Meski penanganan jalan dan jembatan itu dilakukan secara bertahap, Thamrin memastikan bahwa semuanya akan tertangani. “Untuk jalan nasional seperti di kilometer-92, sementara ini sudah aman. Kalau ruas jalan Takengon-Nagan Raya itu sudah ditangani oleh pihak PPK,” jelasnya.

Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, mengaku terus memantau situasi terkini penanganan bencana. Ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap warga yang tertimpa musibah.

“Kita berupaya secepat mungkin untuk menggerakkan peralatan dan personel ke sumber bencana. Namun banyaknya titik bencana membuat penanganan terkesan lambat,” demikian Shabela.

Sementara di Kabupaten Gayo Lues, tiga jembatan gantung di Desa Marpunge, Kecamatan Putri Betung dilaporkan putus, akibat dihantam banjir luapan Kali Alas yang terjadi Jumat (14/12). Banjir juga menyebabkan puluhan rumah dan fasilitas lainnya mengalami kerusakan.

“Tiga jembatan gantung putus. Sembilan rumah rusak parah dan 19 lagi rusak ringan. Fasilitas lainnya seperti mushalla, taman bacaan, dan MCK juga rusak,” ungkap Penghulu Marpunge, Kadimin.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved