Presiden Kabulkan Permintaan Nyak Sandang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) 13-14 Desember kemarin melakukan lawatan ke Banda Aceh

Presiden Kabulkan Permintaan Nyak Sandang
Biro Pers Istana Negara
Presiden Joko Widodo bertemu Nyak Sandang, salah satu warga Aceh yang ikut menyumbang pembelian pesawat RI 001, di Bandara SIM Blangbintang, Aceh Besar 

BANDA ACEH - Presiden Joko Widodo (Jokowi) 13-14 Desember kemarin melakukan lawatan ke Banda Aceh. Selama di Aceh, orang nomor satu di negeri ini melakukan berbagai kegiatan, mulai dari menyosialisasikan dana desa, ngopi bareng pemuda, dan melakukan ground breaking proyek Tol Sigli-Banda Aceh.

Jelang kembali ke Jakarta pada Jumat (15/12) malam, Presiden menyempatkan diri bertemu Nyak Sandang di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blangbintang, Aceh Besar,

Untuk diketahui, Nyak Sandang merupakan pemilik surat obligasi pembelian pesawat Seulawah RI 001. Pria yang kini berusia 91 tahun itu pun menceritakan pengalamannya bertemu Presiden di Kantor Harian Serambi Indonesia, Jumat malam. Meskipun terlihat lelah, Nyak Sandang yang dituntun Khaidar, anak bungsunya dan seorang kerabat, tetap semangat bercerita tentang pertemuannya itu.

Nyak Sandang mengatakan, pada kesempatan yang singkat itu ia menanyakan kembali komitmen Presiden untuk merealisasikan permintaannya, saat dirinya bertemu Jokowi di Istana Merdeka, Maret lalu.

Ada tiga permintaan Nyak Sandang kepada Jokowi, yaitu minta diobati penyakit katarak yang dideritanya, naik haji ke Tanah Suci, serta membangun masjid di kampung halamannya, di Lhut, Lamno, Aceh Jaya. “Katarak saya sudah dioperasi, insya Allah jinoe ka puleh (sekarang sudah sembuh),” ujar Nyak Sandang tersenyum. Melalui operasi yang dilaksanakan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, pada akhir Maret lalu, tim dokter berhasil menyingkirkan katarak yang mengganggu penglihatannya sejak lama.

Namun ada dua lagi permintaan Nyak Sandang yang belum terjawab, yaitu minta naik haji dan dibangun masjid di gampongnya. Berkat pertemuan singkat dengan Presiden Jokowi di Bandara SIM itu, rasa penasaran Nyak Sandang akhirnya terjawab dengan manis. “Ulon bersemangat that merumpok Presiden. Alhamdulillah mandum ka di-ACC (Saya sangat bersemangat bertemu Presiden, alhamdulillah semua (permintaan) sudah disetujui,” ucap Nyak Sandang mantap.

Namun ada sedikit perubahan pada permintaan kedua Nyak Sandang, yaitu diberangkatkan ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji. Mengingat prosesnya lama sementara kondisi kesehatan Nyak Sandang semakin menurun, Presiden pun menawarkan umrah kepadanya.

“Ulon setuju, alhamdulillah na limong droe ureung geuba umrah (saya setuju, alhamdulillah ada lima orang yang akan diberangkatkan umrah,” jelas Nyak Sandang, dan menyebut Presiden akan mengirim stafnya untuk mengurusi umrah dan pembangunan masjid tersebut.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved