Banjir Aceh Selatan

Sungai Alas Meluap, Lintas Tapaktuan-Medan Putus

Pemerintah Aceh dan pusat tak boleh menutup mata. Harus segera dicarikan solusinya. Apakah dengan membuat kanal atau solusi lain yang produktif.

Sungai Alas Meluap,  Lintas Tapaktuan-Medan Putus
SERAMBINEWS.COM/TAUFIK ZASS
Hubungan transportasi darat Tapaktuan-Medan lumpuh, karena bandan jalan nasional di Desa Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan terendam banjir kiriman, Minggu (16/12). 

Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Jalan nasional di Gampong Ladang Rimba, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan terendam banjir genangan sepinggang orang dewasa. Jalan ini menghubungkan Aceh Selatan dan Subulussalam lumpuh.

Informasi yang diperoleh Serambinews.com dari Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Aceh Suprijal Yusuf SH menyebutkan, jalan nasional itu adalah jalur ekonomi yang menghubungkan kawasan Aceh Selatan menuju Medan dengan melewati Subulusalam.

"Kawasan ini sudah menjadi banjir tahunan. Sudah langganan, apalagi jika sungai Alas meluap. Sepanjang hari ini di kawasan Ladang Rimba tergenang setinggi, 1,5 meter," ujar Suprijal.

Baca: 100 UMKM di Aceh Terima Penghargaan Naik Kelas, Ada Danish, Ija Krong, Minyeuk Pret, dll

Baca: Raih 9 Gelar Tahun 2018, Marcus/Kevin Incar Gelar Juara Dunia Badminton 2019

Ia menyebutkan, jalan yang digenangi banjir ini sepanjang 500 meter lebih. Akibatnya antrean kenderaan mengular sepanjang satu kilometer lebih.

"Kenderaan yang antre baik dari arah Aceh Selatan maupun Subulussalam ada sekitar 1 kilometer lebih," kata dia.

Menurut politisi yang juga Koordinator Daerah (Korda) 9 Partai Golkar ini persoalan banjir genangan itu bisa menjadi persoalan besar, sebab sudah saban tahun terjadi.

"Pemerintah Aceh dan pusat tak boleh menutup mata. Harus segera dicarikan solusinya. Apakah dengan membuat kanal atau solusi lain yang produktif. Karena jika terus menerus begitu akan merusak badan jalan, karena itu jalan nasional," sebutnya.

Pun begitu, dia juga mendesak Pemerintah Aceh untuk mencarikan solusi.

"Sebelumnya pemerintah harus turun dulu ke lapangan melakukan penelitian, solusi apa yang layak di lakukan, jangan sampai nanti asal bangun, proyek menjadi tidak bermanfaat bagi kelancaran ekonomi masyarakat setempat," ujar Suprijal.

Baca: Kek Ramli yang Hilang Misterius di Desa Terpencil di Abdya belum Ditemukan, Dilanjutkan Besok

Baca: OPM di Papua Sudah Terbentuk Sejak Zaman Belanda, Kerap Serang Freeport dan Lakukan Pemberontakan

Disebutkan juga, dampak dari banjir genangan itu, kini warga lima gampong (desa) di Kecamatan Trumon Tengah yakni Lhok Raya, Cot Bayu, Jambo Papeun, Gunong Kapo dan Seuneubok Pusaka sudah mulai mengungsi.

"Satu desa di Trumon Induk juga sudah mulai mengungsi," ungkap Suprijal yang terus memantau perkembangan kawasan itu.

Dia juga mendapatkan pasokan informasi dari Koordinator Satgas SAR Aceh, May Ferdi.(*)

Penulis: Taufik Zass
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved