Pemilih Aceh Akan Bertambah Lagi

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh memastikan jumlah pemilih Aceh untuk Pemilu 2019 akan bertambah lagi

Pemilih Aceh Akan Bertambah Lagi
AGUSNI AH

BANDA ACEH - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh memastikan jumlah pemilih Aceh untuk Pemilu 2019 akan bertambah lagi meski sudah ditetapkan secara nasional oleh KPU, Sabtu (15/12). Bertambahnya jumlah pemilih Aceh karena KIP akan melakukan tahapan baru, yakni mendata daftar pemilih tetap tambahan (DPT-b) dan daftar pemilih khusus (DPK).

Hal itu disampaikan Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Agusni AH, Minggu (16/12). “Ya, pastinya daftar pemilih Aceh nantinya akan kembali mengalami perubahan dan mungkin bertambah seiring memasuki waktu pendataan DPT-b dan DPK,” kata Agusni.

Sebelumnya diberitakan, KIP Aceh menetapkan daftar pemilih tetap hasil perbaikan tahap dua (DPT-HP 2) sebanyak 3.523.774 jiwa. Ini merupakan penetapan jumlah pemilih keempat kali yang dilakukan KIP Aceh. Jumlah tersebut juga sudah ditetapkan secara nasional dua hari lalu dengan total pemilih Pemilu 2019 seluruh Indonesia sebanyak 192.828.520 jiwa terdiri atas laki-laki 96.271.476 pemilih dan perempuan 190.770.329 pemilih

Agusni mengatakan, dengan kembali dilakukannya pendataan DPT-b dan DPK maka jumlah pemilih Aceh masuk dalam babak baru. Dikatakan, pihaknya akan melakukan penyusunan dan pendataan dua kelompok data pemilih tersebut awal Januari tahun 2019. “Kelompok data DPT-b dan DPK dilaksanakan setelah selesainya DPT sesuai PKPU Nomor 11 Tahun 2018, begitupun KIP Aceh akan menunggu PKPU baru hasil revisi penyempurnaan PKPU 11 2018 yang kini sudah draft rancangan,” ujar Agusni.

Dijelaskan, DPT-b merupakan data kelompok pemilih pindahan berbasis KTP elektronik yang sebelumnya sudah masuk dalam DPT asal dikakukan pencoretan dan selanjutnya menggunakan form A5 untuk dimasukkan ke dalam DPT-b di TPS baru. “Jenis kelompok pemilih ini karena alasan pindah tempat tugas kerja, sedang menjalani hukuman penjara sebagai penghuni lapas, sedang pendidikan, atau mengalami rawat inap di RS,” katanya.

Atas beberapa kondisi tersebut memungkinkan seseorang pindah tempat memilih. Sedangkan kelompok data DPK adalah warga masyarakat yang sudah memiliki KTP elektronik, namun belum terdata dalam DPT. “Kelompok data pemilih ini menjadi rawan karena baru bisa memilih satu jam sebelum berakhirnya pencoblosan atau setelah pemilih DPT dan DPT-b menggunakan hak pilihnya, dengan kondisi manakala masih ada surat suara,” kata Agusni lagi.

Untuk jumlah alokasi surat suara untuk setiap TPS berdasarkan jumlah DPT plus jumlah DPT-b plus dua persen surat suara cadangan. “Berdarkan surat suara cadangan inilah kita persiapkan salah satunya untuk kelompok pemilih DPK,” pungkas Agusni AH. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved