Pupuk Langka di Aceh Utara

Warga di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk

Pupuk Langka di Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Pekerja memuat ratusan ton pupuk bersubsidi di Gudang Penyangga Lini III Abdya di Desa Keude Paya, Blangpidie 

LHOKSUKON – Warga di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi selama sepekan terakhir ini. Akibatnya, warga tak menggunakan pupuk pada tanaman padi, sebagian baru disemai dan tanam, sehingga diprediksi pertumbuhan padi tidak akan lambat, yang pada akhirnya hasil panen tak maksimal.

Keuchik Matang Sijuek Timu, Kecamatan Baktiya Barat, Razali kepada Serambi kemarin menyebutkan, dirinya dan masyarakat sudah sebulan lebih mencari pupuk bersubsidi. Namun, sampai sekarang tidak mendapatkannya. “Kami sudah membentuk Badan Usaha Milik Gampong (BUMG). Rencananya kami akan membeli sendiri pupuk untuk warga,” katanya.

Sehingga, kata Razali, warga tak lagi kesulitan mendapatkan pupuk subsidi. “Karena saya tak mendapatkan pupuk, sebagian warga terpaksa mencarinya sendiri ke sejumlah kecamatan lain. Tapi jumlah yang diperoleh dalam jumlah kiloan, dan tak sampai satu karung,” lapornya.

Kelangkaan pupuk juga terjadi di Tanah Jambo Aye. Hal itu sebagaimana disampaikan Abdul Rafar. Ia menyebutkan, saat ini warga di kawasannya sangat membutuhkan pupuk karena sedang musin tanam. Tapi, petani kesulitan untuk memperolehnya. “Saya sudah datang ke sejumlah pedagang pengecer pupuk, tapi mereka menyebutkan stok urea subdisi sedang kosong,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Ketua Forum Keuchik Baktiya Barat, Idris Mahmud kepada Serambi menyebutkan, dirinya juga kesulitan mencari pupuk urea, dan pupuk fospat. Bahkan, kondisinya ini bukan hanya terjadi di daerahnya saja, tapi juga di sejumlah kecamatan lain. “Buktinya, warga saya mencari ke Jambo Aye, Seunuddon dan Lhoksukon. Tapi sama sekali tak mendapatkannya,” katanya.

Saifullah, warga Kecamatan Lhoksukon kepada Serambi kemarin menyebutkan hal serupa. “Beberapa hari lalu, saya sangat membutuhkan pupuk. Namun, jumlah yang saya peroleh sangat terbatas. Di kawasan kami ada warga yang mencari pupuk kemarin. Hanya saja tidak menemukan. Kemungkinan juga sudah langka di kawasan kami,” katanya.

Hal serupa juga dialami petani di Kecamatan Baktiya. “Karena sudah sepekan mencari pupuk tak menemukan. Saya terpaksa membeli pupuk NPK. Harganya memang mahal, sehingga hanya mampu kami beli dalam jumlah terbatas,” pungkasnya.

Koordinator Penyaluran Pupuk Wilayah Aceh I PT PIM, Farhul Hadi kepada Serambi kemarin menyebutkan, sulitnya warga mendapatkan urea bukan karena langka, tapi karena kuota pupuk subdisi yang diberikan pemerintah tak sebanding dengan luas lahan. “Kondisi ini bukan langka. Tapi jumlah koutanya tak sesuai lahan,” katanya.

Disebutkan, kuota pupuk untuk Aceh Utara tahun 2018 yang disubsidi mencapai 9.953 ton. Sedangkan kebutuhannya 21.944 ton sesuai dengan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK). “Jumlah pupuk untuk jatah Aceh Utara tahun ini, sudah terserap semua atau sudah didistribusikan,” katanya.

Namun demikian, kementerian sudah menambah kuota pupuk untuk Aceh dalam tahun ini. Aceh Utara, kata Fathur Hadi mendapatkan 500 ton. “Jumlah ini akan segera disalurkan distributor di Aceh Utara setelah penebusan,” jelasnya.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved