Tafakur

Bahasa Petunjuk

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk

Bahasa Petunjuk

Oleh Jarjani Usman

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk” (QS. Al Qashash: 56).

Ulama adalah pewaris Nabi. Tentunya bahasanya juga merefleksikan bahasa-bahasa yang pernah digunakan Nabi. Ketika berbicara, cenderung menyadarkan, menyatukan hati umat, santun, meningkatkan iman, memperbaiki akhlak, menyejukkan, dan berbagai kebaikan lain. Bukan menggunakan bahasa untuk memprovokasi, menimbulkan kebencian, dan menimbulkan perpecahan di kalangan umat.

Sebagaimana pernah dicontoh Nabi Muhammad SAW. Suatu hari beliau dikejar oleh para pembenci ajaran Islam. Melihat kejadian itu, malaikat menawarkan diri agar diberi izin untuk menghancurkan musuh-musuh Islam itu dengan menimpakan gunung ke atas mereka. Namun Rasulullah SAW melarangnya. Nabi SAW masih berharap agar kalaupun bukan mereka, anak-anak cucu mereka beriman. Nabi juga berdoa kepada Allah agar mereka diberi petunjuk karena mereka belum tahu tentang kebenaran ajaran Islam.

Singkatnya, untuk mengajak seseorang ke jalan Allah, perlu menggunakan bahasa-bahasa yang bersifat memberikan petunjuk. Bukan bahasa-bahasa paksaan dan kekerasan. Allah lah yang mengetahui siapa di antara hamba-hambaNya yang mau menerima petunjukNya.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved