Palestina

Dua Insiden di Tepi Barat, Pemukim Yahudi Rusak Masjid dan Militer Israel Tangkap 24 Orang Palestina

Pemukim Yahudi yang ekstrim sering melakukan serangan terhadap warga Palestina dan harta mereka di Tepi Barat yang diduduki.

Dua Insiden di Tepi Barat, Pemukim Yahudi Rusak Masjid dan Militer Israel Tangkap 24 Orang Palestina
ANADOLU AGENCY/NEDAL ESHTAYAH
Pasukan Israel mengintervensi warga Palestina yang bereaksi terhadap pembongkaran rumah pemuda Palestina Ashraf Naalwa di kota Tulkarm, Tepi Barat, Senin (17/12/2018). Naalwa dituduh membunuh dua pemukim dalam serangan di Tepi Barat pada Oktober 2018. 

SERAMBINEWS.COM, PALESTINA - Ketegangan di wilayah Tepi Barat Palestina yang diduduki Israel dilaporkan meningkat dalam beberapa hari terakhir.  

Kantor Berita Turki, Anadolu Agency memberitakan, dua peristiwa kekerasan terjadi di wilayah Tepi Barat pada, Senin (17/12/2018) malam dan Selasa (18/12/2018).

Pada Selasa pagi, Pemukim Yahudi menyerbu sebuah desa Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel dan merusak sebuah masjid.

Para saksi mata mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa sekelompok pemukim menyerang desa Yasuf di provinsi Salfit dan slogan-slogan yang dicat semprot dalam bahasa Ibrani di dinding sebuah masjid lokal dan sejumlah rumah.

Mereka juga merusak empat mobil dan memotong ban mereka.

Baca: Buldoser Militer Israel Hancurkan Rumah Pemuda Palestina, 6 Orang Terluka karena Bentrokan

Baca: Parlemen Israel Setujui RUU yang Melarang Pembebasan Bersyarat Tawanan Palestina

Pemukim Yahudi yang ekstrim sering melakukan serangan terhadap warga Palestina dan harta mereka di Tepi Barat yang diduduki.

Menurut perkiraan Israel, sekitar 430.000 orang Yahudi Israel saat ini tinggal di pemukiman di seluruh Tepi Barat.

Sebanyak 220.000 lainnya tinggal di permukiman di Yerusalem Timur, sejumlah besar yang dibangun tanpa persetujuan pemerintah Israel.

Penangkapan dalam Semalam

Sementara itu, pada Senin malam tentara Israel menangkap 24 orang Palestina dalam sebuah serangan yang dilancarkan pada malam hari, di Tepi Barat yang diduduki.

Para individu ditangkap karena "dicurigai terlibat dalam kegiatan teroris populer", kata militer Israel dalam sebuah pernyataan, Selasa (18/12/2018), tanpa menjelaskan sifat dari kegiatan ini.

Tentara Israel sering melakukan kampanye penangkapan yang luas di seluruh Tepi Barat yang diduduki dengan dalih mencari orang-orang Palestina yang "dicari".

Menurut angka-angka Palestina, sekitar 6.000 orang Palestina terus merana di fasilitas penahanan Israel, termasuk sejumlah wanita dan ratusan anak di bawah umur.

Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved