Meunasah Krueng Gampong Syariat

Desa Meunasah Krueng, Kecamatan Ingin Jaya, ditetapkan sebagai Gampong Percontohan Bersyariat Islam

Meunasah Krueng Gampong Syariat
FOTO HUMAS PEMKAB ACEH BESAR
BUPATI Aceh Besar, Ir Mawardi Ali, didampingi Wakil Bupati Tgk Husaini A Wahab (kiri) menyerahkan hadiah kepada Keuchik Meunasah Krueng, Anmulyadi Rianto (dua kanan) atas penetapan dan peluncuran desa tersebut sebagai Gampong Percontohan Bersyariat Islam Tingkat Kabupaten Aceh Besar Tahun 2018 di kompleks meunasah setempat, Senin (17/12) pagi. 

* Tingkat Aceh Besar

JANTHO - Desa Meunasah Krueng, Kecamatan Ingin Jaya, ditetapkan sebagai Gampong Percontohan Bersyariat Islam Tingkat Kabupaten Aceh Besar Tahun 2018. Peluncuran (launching) gampong tersebut dilakukan Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali, di kompleks meunasah desa setempat, Senin (17/12) pagi. Launching tersebut ditandai dengan penabuhan rapa-i oleh Bupati bersama Wakil Bupati Aceh Besar, Tgk Husaini A Wahab, Sekda Aceh Besar, Drs Iskandar MSi, dan unsur Forkopimda.

Selain ratusan warga Meunasah Krueng, acara tersebut juga dihadiri Kadis Syariat Islam Aceh Besar, Carbaini SAg dan sejumlah kepala SKPK lainnya, utusan beberapa SKPA, pengurus Tim Penggerak PKK Aceh Besar, pimpinan dan anggota DPRK Aceh Besar, pimpinan pesantren, tokoh masyarakat, perwakilan partai politik, Muspika Ingin Jaya, Keuchik Meunasah Krueng, Anmulyadi Rianto, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Untuk diketahui, Meunasah Krueng ditetapkan sebagai Gampong Percontohan Bersyariat Islam Tingkat Kabupaten Aceh Besar Tahun 2018 sebagai memperoleh nilai tertinggi dalam penilaian yang dilakukan beberapa waktu lalu oleh tim Pemkab setempat. Sementara juara kedua dan ketiga diraih Gampong Lambaro Samahani, Kecamatan Kuta Malaka, dan Gampong Tanjong Selamat, Kecamatan Darussalam.

Selain ditetapkan sebagai Gampong Percontohan Bersyariat Islam Tingkat Kabupaten Aceh Besar, keberhasilan itu membuat Desa Meunasah Krueng berhak atas hadiah berupa piala dan uang pembinaan Rp 50 juta. Sementara juara kedua dan ketiga menerima piala dan uang pembinaan masing-masing Rp 37 juta dan 22 juta. Penyerahan hadiah juga dilakukan dalam acara tersebut. Untuk juara pertama, hadiah diserahkan oleh Bupati, juara kedua oleh Wakil Bupati, dan juara ketiga oleh Ketua DPRK Aceh Besar, Sulaiman SE.

Kecuali piala dan uang pembinaan, ketiga desa terpilih tersebut kemarin juga menerima bantuan dari Baitul Mal Aceh Besar berupa wireless. Bantuan yang sama juga diterima oleh tujuh desa lain yang masuk dalam sepuluh besar lomba Gampong Percontohan Bersyariat Islam Tingkat Kabupaten Aceh Besar Tahun 2018. Ketujuh desa itu adalah Gla Meunasah Baro Kecamatan Krueng Barona Jaya), Baet Masjid (Suka Makmur), Lamtadok (Darul Kamal), Mireuk Lamreudeup (Baitussalam), Bueng Bak Jok (Kuta Baro), Kuta Karang (Darul Imarah), dan Gampong Dayah Mamplam Kecamatan Leupung.

Wireless bantuan untuk gampong terbaik I sampai III diserahkan Bupati saat lauching kemarin. “Sementara untuk tujuh desa lain yang masuk dalam sepuluh besar akan diantar oleh petugas Baitul Mal Aceh Besar ke masing-masing gampong,” ujar Ketua Tim Penilaian Gampong Percontohan Bersyariat Islam Aceh Besar Tahun 2018 yang juga Asisten I Setdakab Aceh Besar, Abdullah SSos.

Acara tersebut juga diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustaz Masrul Aidi Lc. Rangkaian peluncuran Gampong Percontohan Bersyariat Islam Tingkat Kabupaten Aceh Besar Tahun 2018 ditutup dengan makan siang bersama

Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali, mengatakan, selama ini sudah banyak program yang dilakukan pihaknya dalam rangka memperkuat pelaksanaan syariat Islam di Aceh Besar.

Demikian antara lain disampaikan Mawardi dalam sambutannya saat meluncurkan (me-launching) Desa Meunasah Krueng, Kecamatan Ingin Jaya, sebagai Gampong Percontohan Bersyariat Islam Tingkat Kabupaten Aceh Besar Tahun 2018, di kompleks meunasah desa setempat, Senin (17/12) pagi.

Program itu, sebut Mawardi, antara lain menginstruksikan kepada semua masyarakat di wilayah Aceh Besar untuk menghentikan semua kegiatan saat azan berkumandang dan segera melaksanakan shalat fardhu secara berjamaah di masjid dan meunasah terdekat, menghidupkan pengajian bakda Magrib di meunasah-meunasah, imbauan agar pramugari berjilbab saat memasuki wilayah Aceh Besar, dan program baca Yasin selama 30 menit pada setiap Jumat bagi PNS di Kota Jantho. (jal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved