Palestina

Parlemen Israel Setujui RUU yang Melarang Pembebasan Bersyarat Tawanan Palestina

Sekitar 6.000 orang Palestina terus merana di fasilitas penahanan Israel, termasuk sejumlah wanita dan ratusan anak di bawah umur.

Parlemen Israel Setujui RUU yang Melarang Pembebasan Bersyarat Tawanan Palestina
ANADOLU AGENCY/ALI JADALLAH
Cabang Gerakan Jihad Islam berkumpul di depan kantor Komite Palang Merah Internasional di Kota Gaza, Senin (17/12/2018). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada tahanan Palestina di penjara Israel. 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Parlemen Israel Knesset, pada hari Senin (17/12/2018), menyetujui untuk membahas sebuah RUU yang akan melarang pembebasan bersyarat tahanan Palestina di penjara Israel.

Dikutip Serambinews.com dari Kantor Berita Turki Anadolu Agency, Kantor Media Knesset dalam sebuah pernyataan menyatakan Rancangan Undang-undang telah disetujui oleh Konstitusi, Komite Hukum, dan Keadilan.

Akan dilakukan pemungutan suara dalam pembacaan kedua dan ketiga untuk ratifikasi.

Namun, Knesset belum mengumumkan tanggal pemungutan suara.

Jika disetujui, hukum secara retroaktif akan melarang pengurangan hukuman penjara tahanan Palestina yang dihukum oleh militer Israel atau pengadilan sipil atas pembunuhan atau percobaan pembunuhan.

Menurut angka-angka Palestina, sekitar 6.000 orang Palestina terus merana di fasilitas penahanan Israel, termasuk sejumlah wanita dan ratusan anak di bawah umur.

Baca: Muslim Uighur tak Pernah Bebas Berislam

Reaksi Kepala Keamanan Israel

Pengesahan RUU ini ternyata mendapatkan penentangan dari pihak Agen Keamanan Israel, Shin Bet.

Pasalnya, jika RUU ini disahkan, akan memungkinkan pihak berwenang untuk memindahkan paksa kerabat Palestina yang dihukum karena kekerasan, ke wilayah lain di Tepi Barat yang diduduki.

Surat kabar Haaretz melaporkan, Ketua Shin Bet, Nadav Argaman pada hari Senin mengatakan bahwa undang-undang yang diusulkan Knesset itu mengancam akan membuat Tepi Barat membara.

Halaman
12
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved