Tiga Penculik Terkait Utang Sabu Diringkus

Tim Polres Aceh Utara dan Polsek Langkahan, Senin (17/12) meringkus tiga pria yang terlibat penculikan Zulkhairi

Tiga Penculik Terkait Utang Sabu Diringkus
IAN RIZKIAN MILYARDIN, Kapolres Aceh Utara

LHOKSUKON - Tim Polres Aceh Utara dan Polsek Langkahan, Senin (17/12) meringkus tiga pria yang terlibat penculikan Zulkhairi (32), warga Gampong Geulumpang VII, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara. Kasus penculikan itu diduga terkait utang piutang sabu-sabu.

Ketiga tersangka penculik yang ditangkap di lokasi terpisah masing-masing berinisial Bus (21) dan Syam (36) keduanya warga Geudumbak, Kecamatan Langkahan sedangkan satu lagi, BSM alias Romi (37) warga Desa Bate, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim, Iptu Rezki Kholiddiansyah kepada Serambi kemarin menyebutkan, pada Kamis (13/12) 2018, Nurhayati (28), ibu rumah tangga dari Desa Geulumpang VII Matangkuli mendatangi Poslantas Lhoksukon melaporkan suaminya, Zulkhairi diculik.

Personel Satuan Lalu lantas mengarahkan Nurhayati melaporkan kasus itu secara resmi ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Aceh Utara. “Setelah kita mendapatkan laporan penculikan itu kemudian petugas mulai menyelidikinya untuk memastikan. Ternyata benar adanya penculikan seperti dilaporkan,” ujar Kasat Reskrim Polres Aceh Utara.

Berdasarkan keterangan Nurhayati, pada 13 Desember 2018, sekira pukul 23.00 WIB, pelapor menerima telepon dari seorang pria. Dalam komunikasi melelaui handphone, pelaku meminta pelapor mentransfer uang Rp 20 juta. Pelaku juga mengancam, jika tidak ditransfer suami pelapor tidak bisa pulang.

Menurut Kasat Reskrim, korban didatangi oleh Romi ke rumahnya, lalu diajak untuk menyelesaikan persoalan utang piutang sabu-sabu. Namun, Romi tidak membawa pulang lagi korban ke rumahnya. Malah membawa korban dengan sepeda motor Vario ke kawasan Geudumbang, Kecamatan Langkahan.

Lalu, korban diserahkan kepada Bus, kemudian Bus mengikat korban dan meminta uang tebusan Rp 20 juta. Sedangkan Syam bertugas menjaga dan memberi makan korban selama penyekapan.

“Keterangan para tersangka, kasus penculikan itu bermula masalah utang-piutang sabu senilai Rp 48 juta yang masih tersisa dari jumlah awalnya Rp 56 juta,” ujar Kasat Reskrim. Setelah mendapatkan informasi awal, lalu petugas langsung menyergap pelaku di dua lokasi terpisah.

“Bus dan Syam kita ringkus di sebuah gubuk kebun pepaya di Desa Geudumbak. Di lokasi itu petugas juga mengamankan korban dengan posisi terikat dengan tali dalam kondisi sudah lemas,” ungkap Kasat Reskrim. Sedangkan Romi ditangkap di rumahnya kawasan Meurah Mulia. Selama penyekapan, kata Iptu Rezki, korban mengaku sempat dipukuli para tersangka.

Selain mengamankan tiga tersangka dan menyelamatkan korban, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti lain, di antaranya seutas tali sepanjang 2 meter yang digunakan untuk mengikat korban, pirek, alat isap sabu, dompet, pipet dan sepeda motor Honda Vario yang digunakan untuk membawa korban.

Ditambahkan, saat ini ketiga tersangka masih diperiksa petugas untuk mendalami kasus tersebut. Sementara korban, nantinya akan diserahkan ke Satuan Narkoba untuk pengembangan perihal kasus jual beli sabunya. “Jadi kasus ini akan terus kita kembangkan untuk mengetahui selain tiga pria yang sudah berhasil ditangkap, apakah juga melibatkan pelaku lain,” pungkas Kasat Reskrim Polres Aceh Utara.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved