Weng Gari Bersama First Lady

PAGI masih gelap, arloji menunjukkan pukul 06.15 WIB, ketika sebuah pikap sarat sepeda memasuki pelataran depan

Weng Gari Bersama First Lady
IST

PAGI masih gelap, arloji menunjukkan pukul 06.15 WIB, ketika sebuah pikap sarat sepeda memasuki pelataran depan ‘mabes’ Harian Serambi Indonesia, Minggu (16/12. Beberapa orang wanita melompat dari kabin terbuka pikap di antara tumpukan sepeda.

Lalu kami saling melakukan toast ala goweser, sambil saling melempar senyum, menyambut pagi yang sumringah. Acara gowes rutin Serambi Bike Community (SBC) kemarin, terasa spesial. Karena salah seorang wanita yang meluncur dari tumpukan sepeda itu adalah Ny Darwati A Gani yang tak lain adalah First Lady Aceh.

Bu Dar, demikian istri Irwandi Yusuf itu kami sapa, tampil santai dengan baju putih terusan dipadu training blue jeans serta sepatu kets putih Diadora.

Usai sedikit peregangan dan test drive sepeda, kami memulai gowes rutin itu dengan foto mejeng di pelataran depan Kantor Serambi dan kami pun memulai weng gari (mengayuh sepeda) atau gowes, Minggu pagi.

Kami celingak-celinguk kiri kanan untuk memastikan apakah ada figur lain yang mengikuti gowes sang First Lady, seperti asisten pribadi hingga sosok pengamanan tertutup (pamtup). Tak ada sama sekali! Wanita dari orang nomor satu Aceh ini hanya didampingi beberapa wanita yang merupakan sohibnya sehari-hari. Satu kenyataan yang malah membuat kami waswas, saat melintasi kampung dan area persawahan di seputar Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

Nyonya Irwandi Yusuf itu tampak begitu menikmati acara weng gari tersebut. Ia terlihat menyatu dengan sepeda gunung Polygon warna putih biru, bahkan kadang terkesan seperti ibu-ibu yang hendak berbelanja ke pasar pagi.

“Saya sudah lama tak bersepeda, tapi kalau di rumah sering dengan sepeda statis, sekadar untuk kebugaran,” kata jebolan Prodi Sekretari Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala ini.

Darwati tanpa canggung menyapa serombongan ibu-ibu yang sedang bertanam padi di kawasan persawahan Kuta Lamreung. “Assalamualaikum...pue teungoh pula pade nyoe? (Apa sedang bertanam padi ya?) yang disahuti dengan lambaian tangan serta senyum dari ibu-ibu tersebut, tanpa mereka sadari bahwa yang menegur mereka adalah the First Lady Aceh.

Dalam kesempatan lain beberapa ibu malah terkejut dan bagai tak percaya, ketika melihat seorang ‘Ibu Provinsi’ mengayuh sepeda dengan santai, jauh dari kesan protokoler. Ada yang spontan menyapa dan berbalik memandang apakah benar yang mereka lihat itu sosok Darwati A Gani.

Dalam sebuah kesempatan, Darwati terlihat akrab dengan beberapa kaum bapak yang nongkrong di keude kupi (warung kopi) Gampong Kayee Lheu. Hal yang sama terjadi saat segerombol kaum ibu yang sedang memenuhi keudee gampong tiba tiba melontarkan salam kepada Darwati.

Gowes SBC, Minggu kemarin benar-benar terasa spesial dengan kehadiran guest star bersama geng-nya. Tak terasa perjalanan cross country selama satu jam menyusuri area permukiman dan persawahan itu tiba-tiba berakhir.

Kami singgah di sebuah warung kopi kawasan bundaran Lambaro Kaphe. Tanpa sungkan, Darwati ikut merangsek ke boks jualan sarapan pagi. lalu ia terlihat asyik menikmati nasi gurih dengan masakan bebek putih plus ayam goreng ala ayam tangkap, ditemani teh panas nongula.

Dalam percakapan ngalor-ngidul yang diselingi tawa lepas ala warkop, kami juga bicara tentang hiruk pikuk dunia politik menjelang Pileg dan Pilpres 2019. Darwati menyebut beberapa figur yang berpeluang ke Senayan. Juga beberapa figur yang hanya sebagai sosok meramaikan pesta.

Lantas bagaimana dengan Anda? “Semua urusan Yang di Atas, Dialah yang Maha Penentu. Ikhtiar wajibun,” katanya bercampur bahasa Arab.

Kami menyudahi gowes pagi itu seiring tuntasnya sarapan pagi. Entahlah, saya menangkap ada gurat galau di wajah cantik sang First Lady, tapi toh dia tetap tersenyum dan mencoba enjoy aja. Weng gari memang asyik, bisa jadi pelipur galau. (nurdinsyam)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved