Belum Terima Honor, Sejumlah Guru Mengadu ke Anggota DPRA

Sejumlah guru SMA/SMK di Aceh Timur mengadu ke anggota DPRA, Iskandar Usman Al-Farlaky bahwa mereka belum menerima sisa gaji honor.

Belum Terima Honor, Sejumlah Guru Mengadu ke Anggota DPRA
Dok. Serambinews.com
Ilustrasi 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sejumlah guru SMA/SMK di Aceh Timur mengadu ke anggota DPRA, Iskandar Usman Al-Farlaky bahwa mereka belum menerima sisa gaji honor.

Padahal, datanya sudah dimasukkan dalam sistem Dapodik Dinas Pendidikan Aceh.

Menanggapi hal itu, Iskandar mendesak Dinas Pendidikan Aceh segera mencari jalan keluar serta bertanggungjawab atas nasib guru tersebut.  

“Hampir menjelang tutup buku tahun 2018 ini masih saja ada guru yang menyampaikan keluhan kepada kami. Ini khusus guru lulus UKG baik grade 1 hingga grade 5. Kisarannya juga macam-macam. Ada yang total gaji harus diterima Rp.16 juta, tapi gaji yang masuk rekening Rp 14 juta. Ini klasifikasi untuk semester genap dan ganjil ya,” ungkap Iskandar yang juga Ketua Fraksi Partai Aceh di DPRA kepada Serambinews.com, Rabu (19/12/2019).

Baca: 7 Fakta Mahasiswa S-2 Jadi Playboy Kampus, Minta Video Tanpa Baju Hingga Guru Honorer Jadi Korban

Baca: Polisi Periksa Honorer

Baca: Kisah Guru Honorer yang Awalnya Digaji Rp50 Ribu per Bulan dan Nyambi Jadi Driver Ojol

Anggota DPRA asal Kabupaten Aceh Timur ini mengungkapkan, dirinya sangat banyak menerima telepon dan WA dari para guru di sana.

Selain itu, sambung dia, gaji tunjangan fungsional non sertifikasi sebesar Rp 250.000/bulan untuk guru SMA/SMK dari sumber APBN ada yang belum diterima.

“Sebagian ada yang sudah terima dari bulan Januari hingga Maret. Namun ada juga yang belum terima sama sekali dari Januari hingga Desember. Kasihan para guru ini,” ujar Iskandar.

Dia menambahkan, kasus belum dibayarnya honor dan tunjangan guru ini memang bervariasi dari sisi jumlah nominal, namun uang tersebut sangat dibutuhkan oleh para guru di sana guna memenuhi kebutuhan hidup.

Termasuk untuk biaya operasional mereka ke sekolah.

Iskandar menyampaikan, permasalahan honor guru ini sudah ia sampaikan dalam sidang paripurna DPRA yang turut dihadiri Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah beberapa hari yang lalu.

“Kondisi ini perlu menjadi atensi dan perhatian kita bersama kepada guru karena mereka telah mendidik anak-anak Aceh hingga menjadi “manusia” yang terampil,” pungkas Iskandar. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved