Jumara Divonis 10 Bulan Penjara

Pemilik akun Timphan Aceh, terdakwa Muhammad Jumara divonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh

Jumara Divonis 10 Bulan Penjara
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Aceh, Dikha Savana SH dan Rizki Aprida SH memintai keterangan kepada tersangka kasus akun Timphan Aceh, MJ di kantor Kejari Banda Aceh. SERAMBI/BUDI FATRIA 

* Kasus Thimpan Aceh

BANDA ACEH - Pemilik akun Timphan Aceh, terdakwa Muhammad Jumara divonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh selama sepuluh bulan penjara, denda Rp 25 juta subsider 2 bulan kurungan.

Jumara terbukti melanggar Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena mencemarkan nama baik istri Gubernur Aceh nonaktif, Darwati A Gani melalui facebook.

Putusan itu dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Bactiar, dalam sidang pamungkas, Selasa (18/12). Sidang itu dihadiri terdakwa Jumara bersama kuasa hukumnya, Ruli Riski SH dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banda Aceh, Dikha Savana SH.

Vonis itu menguatkan tuntutan JPU yang dibacakan pada sidang sebelumnya. “Menjatuhkan pidana berupa pidana penjara selama 10 bulan, denda 25 juta, subsider 2 bulan,” baca Bactiar didampingi dua hakim anggota, Nani Sukmawati SH dan Cahyono SH MH.

Untuk diketahui, terdakwa Jumara diadukan Darwati A Gani karena telah mengupload foto dan status yang mengait-ngaitkan Darwati dengan seorang pria berinisial MRS, germo prostitusi online yang kini telah dihukum tiga tahun penjara.

Darwati merasa dirugikan dengan postingan tersebut. Kendati demikian, baik Darwati maupun Jumara telah saling memaafkan dan Jumara mengaku tidak mengulangi lagi perbuatannya. Hal itu disampaikan di muka persidangan saksi Darwati diperiksa sebagai saksi korban.

Sebelum membacakan putusan, majelis hakim terlebih dahulu membacakan unsur yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Unsur memberatkan karena perbuatan terdakwa membuat korban Darwati merasa namanya dicemar setelah dikaitkan dengan germo prostitusi.

Sedangkan unsur meringankan, terdakwa telah meminta maaf atas perbuatannya dan bersikap sopan dalam persidangan. Sekedar informasi bahwa selama persidangan, terdakwa Jumara tidak ditahan oleh majelis hakim.

Terdakwa Muhammad Jumara bersama kuasa hukumnya langsung menanggapi putusan tersebut. Seusai sidang, tim kuasa hukumnya yang terdiri atas Mukhlis Mukhtar SH, Muhammad Zubir SH dan Ruli Riski SH menyatakan akan mengajukan banding pada Senin (24/12) depan.

“Banding adalah upaya hukum yang diberikan oleh undang-undang, pada intinya kita menghargai dan menghormati setiap putusan hakim di pengadilan. Kita sebagai penasihat hukum telah melakukan upaya maksimal selama ini dalam proses persidangan,” kata Ruli Riski.

Dia berkeyakinan kliennya tidak bersalah. Terdakwa Jumara, kata Ruli, telah mengaku tidak ada niat sama sekali memfitnah dan mencemarkan nama baik Darwati. Sikapnya yang mengupload foto dan status di facebook hanya melampiaskan kemarahan kepada germo prostitusi.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved