Tafakur

Memilih Yang Sementara

Bila direnungi, harus diakui bahwa banyak di antara kita yang salah memilih dalam hidup ini

Memilih Yang Sementara

Oleh Jarjani Usman

“Sesungguhnya kehidupan ini hanyalah kesenangan sementara dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal” (QS. Ghafir: 39).

Bila direnungi, harus diakui bahwa banyak di antara kita yang salah memilih dalam hidup ini. Yang dipilih adalah yang sifatnya sementara, yaitu dunia. Sedangkan akhirat diabaikan, terutama dengan cara tidak menegakkan yang makruf dan mencegah yang mungkar. Tentunya yang memilih demikian bukan hanya orang yang non-Muslim, tetapi juga sebahagian orang Muslim.

Tidak sedikit orang yang mengikrarkan diri sebagai Muslim, tetapi sengaja melakukan hal-hal yang mengabaikan akhirat secara berulang-ulang. Demi memperoleh kesenangan dunia, yang haram terang-terangan dilakukan. Bahkan, membunuh dan menghancurkan akhlak orang banyak pun berani dilakukan, demi memperoleh uang berlimpah.

Kesalahkaprahan demikian jelas merupakan perilaku yang sangat mengabaikan adanya hari pembalasan (akhirat). Padahal hidup di dunia ini hanya sebentar, sehingga sepatutnya dijalani dengan hati-hati. Dalam sebuah hadits disebutkan: “Dunia bagiku ibarat seorang musafir yang istirahat sejenak di bawah sebuah pohon, lalu meneruskan perjalanannya” (HR. Muslim).

Namun bagi yang terlalu mencintai dunia, semua peringatan dari Allah dan Rasulullah tidak memberi makna. Kecuali bagi orang-orang mengimani dan mengharapkan kehidupan akhirat yang abadi, yang mampu memetik maknanya bagi kehidupan dirinya.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved