Citizen Reporter

Amazing Istanbul

DATANG ke Turki, negeri yang penuh sejarah ini, merupakan pengalaman pertama bagi saya

Amazing Istanbul
IST
KHAIRUL HASNI

OLEH KHAIRUL HASNI, Dosen Prodi Hubungan Internasional (HI) FISIP Universitas Almuslim Peusangan, Bireuen, sedang menempuh program doktor HI di Ritsumeikan University Kyoto Japan, melaporkan dari Istanbul, Turki

DATANG ke Turki, negeri yang penuh sejarah ini, merupakan pengalaman pertama bagi saya. Tujuan saya ke sini dalam rangka mengikuti International Conference on Islam and Islamic Studies, kegiatan yang difasilitasi oleh World Academy of Science, Engineering and Technology Turkiye. Ikut konferensi internasional merupakan salah satu syarat bagi kami untuk menyelesaikan program doktoral (S3).

Seusai konferensi, saya berkesempatan melihat suasana Kota Istanbul yang relatif sibuk dengan berbagai bisnis dan dipenuhi turis mancanegara. Yang paling banyak dikunjungi adalah Istanbul, provinsi yang terletak di Turki barat laut. Tepatnya di wilayah Marmara. Luasnya 5.343 kilometer persegi dan jumlah penduduknya 81.916.871 jiwa (data 2018, worldomater).

Istanbul kaya akan sejarah, mulai dari kebangkitan kekaisaran Yunani dan pendirian Byzantium hingga perubahan budaya dari Yunani ke Romawi dan pembentukan Konstantinopel (bahasa Turki: Kostantiniyye atau stanbul) hingga abad ke-20.

Sekitar 470 tahun lalu Istanbul merupakan ibu kota Turki. Saat ini tidak lagi, tetapi kota ini tetap menjadi pelabuhan utama dan pusat komersial yang paling penting di Turki.

Ibu kota Turki saat ini adalah Ankara, kota terbesar kedua di Turki. Negara ini terdiri atas 81 provinsi. Masing-masing memiliki gubernur yang ditunjuk oleh presiden dan dewan terpilih. Mayoritas penduduk Turki menganut Islam dengan persentase mencapai 99,8% dari total penduduknya. Muslim di Turki pengikut paham Sunni. Yang ikut Syi’ah kecil jumlahnya.

Selain berwisata, saya juga belajar mengenai sejarah Turki yang menarik. Banyak desain bangunan lama yang bernilai history telah dijadikan tempat wisata dan dipelihara dengan baik. Saat mempelajari sejarah Turki, saya juga ingin tahu sosok Edorgan di mata masyarakatnya.

Bahasa yang digunakan masyarakat Turki adalah bahasa Turki, Arab, dan Inggris. Kebanyakan dari mereka lebih mahir berbahasa Arab dibandingkan bahasa Inggris.

Perjalanan ke Istanbul tidaklah terlalu rumit, karena visanya bisa diurus secara online. Fasilitas hotelnya sangat banyak yang juga mudah didapat secara online. Menurut data Kementerian Pariwisata Turki, 32,4 juta wisatawan asing berkunjung ke Turki sepanjang 2017, Jerman 3,5 juta wisatawan, disusul Iran dengan 2,5 juta wisatawan.

Saya juga beberapa kali bertemu pengungsi Suriah yang meminta bantuan untuk beberapa kebutuhannya. Pemerintah Turki telah membantu 3.272.150 pengungsi Suriah yang ditempatkan pada perumahan di hampir setiap kota di Turki , terutama di wilayah perbatasan. Menurut orang yang saya ajak berbincang-bincang, Turki telah memberikan pelayanan umum kepada pengungsi Suriah mencakup bantuan pendidikan, kesehatan, keamanan, dan juga biaya hidup.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved