Banjir Ambrukkan Dua Jembatan Gantung di Aceh Besar

Dua jembatan gantung berkonstruksi kayu di Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, ambruk setelah diterjang luapan

Banjir Ambrukkan Dua Jembatan Gantung di Aceh Besar
IST
JEMBATAN gantung di Gampong Keuraweung Blang, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, ambruk diterjang banjir luapan, Rabu (19/12). 

BANDA ACEH - Dua jembatan gantung berkonstruksi kayu di Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, ambruk setelah diterjang luapan air sungai yang melimpah akibat hujan deras yang mengguyur kawasan itu mulai Selasa (18/12) sore hingga menjelang tengah malam.

Kedua jembatan yang menjadi jalur bagi warga untuk melintas saat ke kebun itu berada di Gampong Siron Blang yang terhubung langsung dengan Gampong Siron Krueng serta jembatan gantung di Gampong Keureuweung Blang.

Informasi putusnya kedua jembatan itu pertama kali diperoleh Serambi dari Wakil Ketua KNPI Aceh Besar, Mukhlis. Menurutnya, kedua jembatan gantung itu diperkirakan ambruk menjelang tengah malam saat hujan deras mencapai puncaknya.

Menurutnya, jembatan gantung di Siron Blang itu mengalami kerusakan parah sehingga membutuhkan penanganan cepat. Karena, kata Mukhlis, jembatan itu merupakan akses bagi warga Siron Blang menuju ke pusat kecamatan serta jalur lintasan bagi anak-anak menuju ke sekolahnya.

“Jembatan gantung di Keuraweung Blang yang panjangnya 40 meter dan dibangun tahun 2005 itu juga mengalami rusak parah. Jembatan tersebut sehari-harinya digunakan oleh warga untuk berkebun dan memelihara ternaknya,” pungkas Mukhlis.

Sementara itu, Sekretaris Gampong Siron Blang, Anwar mengatakan ambruknya jembatan gantung sepanjang 30 meter di desanya itu mengakibatkan transportasi warga lumpuh total. “Jembatan gantung ini satu-satunya jalan alternatif bagi warga Siron Blang. Kami harapkan, pemerintah cepat tanggap dan merespons permasalahan ini,” sebutnya.

Di samping dua jembatan gantung di Mukim Lamleuot yang ambruk, enam tiang listik juga patah dan terbawa arus sungai. “Paling sedih anak-anak yang akan berangkat ke sekolahnya harus memutar jauh dari jalan Waduk Keuliling yang mencapai 5 km. Kami harapkan masalah ini bisa mendapat perhatian cepat dari pemerintah dan instansi terkait,” pungkas Anwar.

Diperoleh informasi tambahan bahwa dua jembatan gantung di Kecamatan Kuta Cot Glie juga mengalami kerusakan akibat luapan air sungai, masing-masing jembatan gantung di Desa Cot Bayu yang terhubung ke Lamleuot dan jembatan gantung di Desa Bak Sukon yang terhubung ke Gampong Gle Jai yang mengalami kerusakan ringan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Aceh Besar, Farhan AP, yang dihubungi Serambi, Rabu (19/12) mengatakan, pada Selasa (18/12) sekitar pukul 22.00 WIB, dua warga Keureuweung Blang, Kecamatan Kuta Cot Glie, atas nama Afrizal (35) dan M Nasir (32) terseret arus sungai di desa mereka dan keduanya selamat.

Farhan yang didampingi Iqbal, petugas Pusdalops-PB BPBD Aceh Besar, menjelaskan Afrizal, korban yang terseret arus dan selamat dalam peristiwa itu, setelah bergantungan di pohon kayu pinggir sungai. Lalu, M Nasir selamat setelah berhasil berenang dan mencapai tepian sungai. “Proses evakuasi terhadap Afrizal berlangsung lama. Mulai pukul 22.00 WIB, terseret arus. Lalu bergantungan di pohon hingga akhirnya naik ke pohon itu baru berhasil dievakuasi oleh Tim Basarnas dan Tim BPBD Aceh Besar menggunakan rubber boat, sekitar pukul 04.30 WIB pagi,” kata Farhan.

Lamanya proses evakuasi terhadap korban Afrizal, tambah Iqbal akibat air sungai yang begitu kencang dan terus meluap. “Paling kami minta perangkat desa untuk ikut menenangkan korban melalui pengeras suara di mushala. Alhamdulillah, meski melalui proses panjang, akhirnya korban Afrizal terselamatkan. Begitu juga dengan M Nasir yang sudah duluan menyelamatkan diri dengan berhasil berenang ke tepian sungai,” timpal Iqbal.

Dijelaskan kedua warga Keureuweung Blang, Afrizal dan M Nasir yang menyeberang sungai waktu itu, saat air sedang meluap. “Keduanya menyeberang pada saat itu bertepatan air sungai sedang meluap. Keduanya menyeberang, karena ingin menyelamatkan ternak di seberang sungai dan syukur keduanya masih selamat, meski kita tahu tindakan keduanya sangat berisiko,” pungkas Iqbal. (mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved