Opini

Konsorsium PT dalam Memerangi Kemiskinan

UPAYA untuk memeratakan kesejahteraan bagi setiap orang dari suatu bangsa harus terus-menerus dilakukan

Konsorsium PT dalam Memerangi Kemiskinan
SERAMBI/SAID KAMARUZZAMAN
Alumni puluhan Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia menyatakan antiradikalisme, terorisme, dan komunisme. Pernyataan sikap bersama ini dibacakan di Halaman Gedung Rektorat Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Rabu (20/12/2017). 

Oleh Lukman Ibrahim

UPAYA untuk memeratakan kesejahteraan bagi setiap orang dari suatu bangsa harus terus-menerus dilakukan oleh pemerintah melalui berbagai kegiatan atau program dengan mengajak berbagai pihak yang memiliki sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya anggaran (SDA). Rendahnya upaya ini dikhawatirkan akan terus “terpelihara” gap pendapatan yang bisa menjadi penyebab “terbelahnya” suatu bangsa. Dengan semakin terfokusnya sebaran kekayaan pada segelintir orang saja dari suatu bangsa, maka semakin meluasnya kecemburuan sosial di kalangan kelompok miskin yang berujung pada meningkatkan kejahatan untuk “mencuri” sebagian kekayaaan dari kelompok eksklusif itu di berbagai wilayah suatu negara.

Sebagai rentetan kejahatan tersebut, akan terjadi juga tindakan-tindakan tidak masuk akal untuk memperoleh kekayaan seperti berjudi, menjadi kurir narkoba, berpraktek rentenir atau melampiaskan rasa frustasi mereka melalui konsumsi minuman keras dan narkoba jenis lainnya,dan membunuh atau bahkan bunuh diri. Sebelum terus meluasnya berbagai jenis kejahatan yang sangat menakutkan ini, Pemerintah harus terus memikirkan dan mengajak berbagai pihak untuk melahirkan berbagai program yang outputnya sangat terukur dan efektif untuk memeratakan kesejahteraan bangsa.

Satu pihak yang sangat potensial dengan SDM nya yang mumpuni untuk diajak memikirkan dan sekaligus mengimplentasikan upaya mengurangi gap pendapatan suatu bangsa adalah perguruan tinggi (PT) yang tersebar di berbagai wilayah suatu negara. Agar pelibatan lembaga yang memiliki tri dharma initerkoordinasi dengan baik, maka harus dibentuk satu wadah yang biasanya disebut konsorsium.

Dalam tulisan ini, kumpulan PT di seluruh Aceh diberi nama Konsorsium Perguruan Tinggi dalam Memerangi Kemiskinan di Aceh. Ide konsorsium ini mengemuka pada persiapan dan pelaksanaan Rakor dan Raker Tim Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TKP2K) Aceh yang dilaksanakan di Aula Prof A Majid Ibrahim, Bappeda Aceh pada 13-14 Desember 2018 lalu.

Penzonaan PT
Konsorsium ini akan diisi oleh PT yang mewakili berbagai zona wilayah Aceh yang dibagi dalam Zona Pusat, Zona Utara, Zona Timur, Zona Tengah/Tenggara, Zona Barat, dan Zona Selatan. Masing-masing PT dapat melaksanakan fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi sesuai dengan lingkup keberadaan dan keahliannya pada masing-masing zona wilayah Aceh tersebut. Sebagai contoh: Zona Pusat bisa diisi oleh Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Universitas Agama Islam (UIN) Ar-Raniry, Universitas Muhammadyah (Unmuha), Universitas Iskandar Muda (Unida), Universitas Serambi Mekkah (USM), dll.;

Zona Utara bisa diisi oleh Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli, Universitas Al-Muslim (Unimus) Bireuen, Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe, Politektik Negeri Lhokseumawe, dll.; Zona Timur bisa diisi oleh Universitas Samudra (Unsam) Langsa, IAIN Langsa, Akademi Komunitas Negeri (AKN) Aceh Tamiang, dll.;

Zona Tengah/Tenggara bisa diisi olehUniversitas Gajah Putih Takengon, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Takengon, Universitas Gunung Lauser, dll.; Zona Barat bisa diisi oleh Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, STAIN Tgk Dirundeng Meulaboh, AKN Meulaboh, dll.; dan Zona Selatan bisa diisi oleh Politeknik Negeri Aceh Selatan, AKN Aceh Barat Daya, dll.

Di sela-sela acara Rakor dan Raker TKP2K Aceh tersebut, kegiatan konsorsium ini telah dimulai dengan pertemuan pertama yang dihadiri oleh perwakilan UIN Ar-Raniry, STAIN Meulaboh, IAIN Lhokseumawe, Unigha Sigli, IAIN Langsa, dan Politeknik Negeri Aceh Selatan. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Sekretaris Eksekutif TKP2K Aceh dan dimoderatori oleh perwakilan UIN Ar-Raniry (yang juga menjadi narasumber pada rakor dan raker) di ruangan Kantor TKP2K Aceh.

Disepakati bahwa konsorsium merupakan “Wadah PT yang mewakili berbagai zona wilayah Aceh untuk mencurahkan ide atau gagasan dan tindakan, guna mendukung program pemerintah dalam percepatan penanggulangan kemiskinan di Aceh sebagai perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus diemban dan dilaksanakan”.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved