Realisasi APBA Harus Cepat

Pakar Hukum dan Pengamat Politik Aceh, Mawardi Ismail SH MHum, meminta elite Aceh, terutama pihak eksekutif

Realisasi APBA Harus Cepat
SERAMBINEWS.COM
MAWARDI ISMAIL,Pakar Hukum dan Politik 

BANDA ACEH - Pakar Hukum dan Pengamat Politik Aceh, Mawardi Ismail SH MHum, meminta elite Aceh, terutama pihak eksekutif, agar berupaya mempercepat realisasi APBA 2019 yang telah disahkan dua hari lalu oleh DPRA. Menurut Mawardi, APBA bukan hanya cerita cepat disahkan, tapi juga cepat dalam penggunaan atau realisasis untuk kebutuhan publik di Aceh.

“Kita apresiasi APBA 2019 yang sudah disahkan bersama oleh DPRA, ini tentu satu prestasi dan sejarah APBA bisa disahkan cepat sebelum tahun anggaran berjalan. Sebelum-sebelumnya kita lihat pengesahan APBA selalu molor, baru disahkan ketika tahun anggaran berjalan,” kata Mawardi saat dimintai tanggapannya oleh Serambi terkait pengesahan APBA, Rabu (19/12).

Menurut Mawardi, pengesahan yang cepat belum jaminan realisasinya akan cepat pula. Oleh karena itu, dia meminta eksekutif untuk memersiapkan rencana realisasi anggaran sebelum tahun anggaran dimulai pada Januari tahun depan. “Jangan terbuai dan larut dengan pengesahan yang cepat tapi realisasinya nanti terlambat. Makanya kita minta elite Aceh untuk segera mempersiapkan diri,” kata Mawardi Ismail.

Proses realiasisi dia katakan, harus bisa mengikuti prestasi cepatnya pengesahan. Semua pihak memiliki tanggung jawab yang sama sejak rancangan APBA itu dibahas hingga proses realisasinya untuk pembangunan dan meningkatkan ekonomi di Aceh.

“Apalagi tahun ini banyak SILPA, ini harus diimbangi dengan lancarnya realisasi pada tahun yang akan datang. Yang bisa dikerjakan hari ini jangan lagi ditunggu besok,” pungkas dia.

Terakhir, Mawardi berharap, agar Pelaksana Tugas Gubernur Aceh tegas menginstruksikan jajarannya dalam penggunaan anggaran. Menurut Mawardi, perlu adanya pengawasan dan perintah dari Plt Gubernur Aceh dalam merealisasikan anggaran, karena akan sangat berefek pada serapan anggaran nantinya.

“Ini sekarang bola panasnya sudah di eksekutif, jadi ya perlu ketegasan dari Plt Gubernur,” pungkas Mawardi Ismail.

Anggota DPD RI asal Aceh, Ghazali Abbas Adan juga mengapresiasi DPRA dan eksekutif yang mengesahkan RAPBA tahun 2019 senilai Rp 17,016 triliun tepat waktu. Disisi lain, dia juga berharap agar program pembangunan dilakukan sesuai kebutuhan rakyat, bukan kemauan penguasa.

“Setiap pembangunan yang dikerjakan harus berdasarkan skala prioritas. Proyek yang dibangun harus pro rakyat dan dibutuhkan oleh rakyat. Jangan seperti proyek selama ini, setelah dibangun ternyata masyarakat tidak membutuhkannya,” kata Ghazali, Rabu (19/12).

Jika pembangunan tidak pro rakyat, maka pengesahan RAPBA tepat waktu tidak berarti, sehingga akan banyak bangunan yang akan menjadi bangunan tua. Setiap program harus ada studi kelayakan dan jadikan hasil musrenbang sebagai acuan dalam pembangunan.

“Saat ini di Aceh banyak terminal yang terbengkalai, setelah dibangun ternyata tidak banyak mobil yang masuk. Uang negara sudah banyak habis, ternyata tidak ada manfaat bagi masyarakat. Ke depan harus ada program pembangunan yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat dan bermanfaat,” tukasnya.

Mantan Abang Jakarta ini menambahkan, hasil musrenbang yang telah disepakati bersama jangan hanya jadi formalitas. “Musrenbang harus jadi acuan sehingga tidak ada lagi penumpang gelap. Setiap program yang dibuat itu dibutuhkan masyarakat. Jangan sambil duduk di warung kopi, masukan program,” ucap Ghazali.

Ghazali juga tidak lupa mengapresiasi langkah dewan yang mencoret program-program internasional seperti Aceh Marathon International 2019 Rp 7 miliar, Aceh Surfing International 2019 Rp 10 miliar, dan Aceh World Solidarity Cup 2019 Rp 4,5 miliar. “Dana untuk Aceh Marathon tidak diloloskan, itu sudah benar. Saya meminta jangan serahkan sepeser pun uang Aceh kepada siapapun atau lembaga apapun yang tidak berguna bagi masyarakat Aceh. Sehingga uang Aceh bisa berdampak positif kepada proyek pembangunan Aceh ke depan,” ujar senator Aceh ini. (dan/mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved