3 Korban Tsunami Diambil Keluarga

Tiga dari 46 kerangka korban tsunami yang ditemukan tertimbun di Kompleks Perumahan Dusun Lamseunong Lama

3 Korban Tsunami Diambil Keluarga
SERAMBI/BUDI FATRIA
PEKERJA mengangkat kerangka korban tsunami yang ditemukan di Dusun Lamseunong, Gampong Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Rabu (19/12). 

BANDA ACEH - Tiga dari 46 kerangka korban tsunami yang ditemukan tertimbun di Kompleks Perumahan Dusun Lamseunong Lama, Gampong Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Rabu (19/12) pagi, sudah diambil pihak keluarga.

Informasi yang diperoleh Serambi, tiga kerangka korban tsunami yang telah diambil dan dikebumikan secara langsung oleh pihak keluarga itu, masing-masing kerangka Sri Yunida SH, kelahiran Sei Karang, 8 Juni 1967, beralamat di Perum Pola Blok F-22 Desa Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar. Kerangka almarhumah Sri Yunita dibawa pulang ke Gampong Lamreung, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar.

Kerangka korban tsunami yang juga telah dijemput pihak keluarganya, yakni atas nama Faizal Ridla, seorang mahasiswa yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Adab IAIN Ar-Raniry Banda Aceh. Jenazah Faizal Ridla, dibawa pulang ke kampung halamannya, di Gampong Meunasah Krueng, Kecamatan Peudawa, Aceh Timur. Jasad almarhum langsung dikembumikan pada Kamis (20/12) pagi yang disaksikan ibu almarhum, Hj Maryani dan adik almarhum, M Fauzi serta para aparat gampong dan masyarakat setempat.

Kemudian, kerangka almarhum Burhanuddin, kelahiran Lambada Lhok, Kecamatan Baitussalam, 07 Februari 1960 yang ikut ditemukan bersama puluhan kerangka manusia lainnya di lokasi yang sama, juga sudah dijemput pihak keluarganya. “Kerangka almarhum Keuchik Burhanuddin juga sudah dijemput pihak keluarga di Lambada Lhok, Baitussalam dan sudah dikebumikan di sana,” kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH melalui Kapolsek Baitussalam, Iptu Afrinal kepada Serambi, Kamis (20/12).

Hanya kerangka korban atas nama Maryam Husen, wanita yang lahir di Mesjid Tungue, tahun 1970, beralamat di Ulee Jurong Baroh, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, yang dilaporkan belum diambil pihak keluarga, sehingga kerangka almarhumah Maryam Husen, dikebumikan bersama puluhan korban tsunami lainnya yang ditemukan tanpa identitas di lokasi tanah negara, belakang LP Kajhu.

Kapolsek Baitussalam, Iptu Afrinal, juga menjelaskan dari pemeriksaan yang dilakukan, ada 44 kantong mayat yang berisikan jasad para korban tsunami yang telah menjadi kerangka.Sementara dua kantong mayat lainnya ditemukan dalam kondisi kosong.

“Kalau total kerangka korban tsunami yang ada dalam kantong mayat, sebanyak 44 kerangka. Sedangkan dua kantong lainnya dalam kondisi kosoang dan kami perkirakan kantong mayat itu sebelumnya berisi jasad bayi korban tsunami,” sebutnya.

Ia menjelaskan dari hasil identifikasi terhadap ke 44 kerangka korban tsunami yang ditemukan itu, diperoleh rincian sebanyak 23 kerangka berjenis kelamin pria, 16 kerangka wanita dan 5 kerangka balita. (mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved