Erosi Krueng Suak Seumaseh Mengganas

Erosi Krueng Suak Seumaseh di Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat dilaporkan semakin parah dan mengganas

Erosi Krueng Suak Seumaseh Mengganas
Kendaraan melintas di jalan yang teramcam putus akibat erosi di lintas Langkak-Lamie di Desa Drien Tujoh, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya 

* Jembatan Peuribu Terancam

MEULABOH – Erosi Krueng Suak Seumaseh di Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat dilaporkan semakin parah dan mengganas. Ganasnya erosi itu membuat jembatan rangka baja sepanjang 150 meter di lintas Meulaboh-Banda Aceh, tepatnya Desa Peuribu terancam ambruk.

Menindaklanjuti kondisi jembatan dan erosi yang semakin parah di desa tersebut, Muspika Arongan Lambalek yakni Kapolsek Ipda Alfon LR, Danramil Kapten Hery Nizar, dan Pelaksana Harian (Plh) Camat Dedi Mulianda MSi, turun langsung ke lokasi pada Kamis (20/12). Kedatangan rombongan Muspika itu disambut Keuchik Peuribu, Amiruddin.

Plh Camat mengungkapkan, erosi Krueng Suak Seumaseh itu sudah semakin parah sehingga mengancam keberadaan jembatan rangka baja Peuribu di lintas nasional Banda Aceh-Meulaboh. Oleh sebab itu, Dedi Mulianda meminta, Pemerintah Aceh bertindak cepat untuk menangani erosi tersebut. “Kami meminta perhatian provinsi. Pperlu langkah cepat sehingga jembatan dapat diselamatkan,” kata Plh Camat.

Dijelaskannya, erosi Krueng Suak Seumaseh terus terjadi dan meluas karena dipengaruhi kondisi cuaca hujan yang menyebabkan terjadinya banjir. “Dalam kondisi ini, yang paling mencemaskan adalah jembatan rangka baja pada jalan nasional karena bisa saja ambruk kalau tidak segera ditangani. Bila jembatan itu sampai ambruk, maka lintas Meulaboh-Banda Aceh akan lumpuh. Sebab itu, kita berharap adanya langkah penanganan sesegera mungkin dari pihak provinsi,” pintasnya.

Harapan senada juga diutarakan Kapolsek Ipda Alfon LR dan Danramil Kapten Hery Nizar. Menurut mereka, keberadaan jembatan rangka baja Peuribu itu sangat vital karena sebagai penghubung jalur Meulaboh-Banda Aceh. “Sehingga, bila ambruk karena dikikis erosi, terutama abutment jembatan maka akan berdampak pada terganggunya transportasi darat. Karenanya, kami dari Muspika Arongan Lambalek berharap segera ditangani,” tukas Kapolsek.

Sementara itu, Keuchik Peuribu, Amiruddin menerangkan, kondisi erosi di Krueng Suak Seumaseh itu sudah lama terjadi. Terutama pada abutment jembatan rangka baja Peuribu yang terus menerus dikikis arus deras sungai tersebut. “Erosi semakin perparah saat banjir yang nyaris selalu terjadi jika musim hujan,” ujarnya.

Oleh karena itu, Keuchik Amiruddin juga mengharapkan, Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Barat perlu turun tangan untuk menangani dengan cepat erosi ini sehingga tidak berdampak pada jembatan yang akan membutuhkan biaya besar jika sampai ambruk. “Kalau jembatan rangka baja putus, maka akan kembali ke era rakit sekitar tahun 80-an lalu,” pungkas Amiruddin.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved