KIA Ladong Diresmikan

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Kamis (20/12), meresmikan Kawasan Industri Aceh (KIA)

KIA Ladong Diresmikan
SERAMBI/MASRIZAL
PLT GUBERNUR Aceh, Nova Iriansyah didampingi Kadis Sosial Aceh, Alhudri dan Asisten II Setda Aceh Taqwallah membubuhkan tanda tangan pada prastasi peresmian gudang logistik penanggulangan bencana milik Dinas Sosial Aceh di Desa Labuy, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Kamis (20/12). 

BANDA ACEH - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Kamis (20/12), meresmikan Kawasan Industri Aceh (KIA) yang berada di Desa Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. Kehadiran KIA diharapkan mampu memberi kesejahteraan bagi masyarakat Aceh, khususnya Aceh Besar.

Peresmian itu ditandai dengan penekanan tombol sirine secara bersama oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Kepala Pusat Pemograman dan Evaluasi Keterpaduan Infrastruktur, Iwan Nurwanto, Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional, I Gusti Putu Suryawirawan, Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali, Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin, dan Ketua Tim Pelaksanaan Percepatan Pembangunan KIA Ladong, Mustafa Hasyibullah.

Tampak hadir dalam acara itu sejumlah pejabat Aceh, termasuk calon investor dari Malaysia dan Korea serta pengusaha dari dalam negeri dan lokal. Sementara untuk pengelolaan kawasan itu, dipercayakan kepada Perusahan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) di bawah kepemimpinan Zubir Sahim.

Lokasi KIA Ladong termasuk strategis karena tidak begitu jauh dengan pusat ibu kota dan pelabuhan. Jarak ke pusat ibu kota Provinsi Aceh sekitar 20 kilometer (km), sedangkan jarak ke Pelabuhan Malahayati di Krueng Raya, Aceh Besar, sekitar 9 Km. Kawasan industri ini juga berhadapan langsung dengan laut bebas.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyatakan, sangat optimis KIA bisa jadi kenyataan dan tidak hanya sebatas seremonial saja. Dia mengatakan, perjuangan untuk mewujudkan KIA dari 2009. Lamanya KIA diresmikan karena terkendala persoalan perizinan dan regulasi saat itu belum fleksibel.

“Hari ini sudah konkrit, calon tenantnya sudah ada, ada dari Malaysia, ada dari Korea. Setiap hari kita terus berbicara rencana investasi, tentu yang kita undang ke sini yang 80 hampir jadi (berinvestasi),” kata Nova seusai peresmian saat hendak meninjau area lahan KIA.

Dia menjelaskan, saat ini lokasi KIA yang baru dibebaskan seluas 66 hektar dari target 250 hektar. Artinya tersedia 33 kapling yang akan disewakan dalam jangka waktu panjang. Bagi penyewa, Pemerintah Aceh akan memberikan kemudahan berupa bisa membayar sewa setelah usahanya berproduksi.

Nova menyatakan industri yang berproduksi di KIA hanya industri berskala menengah kecil. Seperti industri makanan kecil, perabot, dan industri manufaktur lainnya. “Kita akan memulai dengan industri makanan halal. Tujuannya, agar kita bisa memutuskan ketergantungan kita dengan daerah tetangga,” ujar Nova.

Pada Kesematan itu, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, juga mengungkapkan, saat ini Aceh sedang melakukan lompatan besar. Betapa tidak, beberapa proyek besar telah diresmikan dalam waktu hampir berdekatan. Baru-baru ini, Presiden Jokowi telah melakukan groundbreaking pembangunan jalan tol Aceh. Jauh sebelumnya, KEK Arun juga telah diresmikan.

Menurut Nova, Aceh telah memiliki hampir semuanya, namun masih lemah dalam sumber daya manusia. Dalam kesempatan itu, dia berpesan kepada pengelola KIA Ladong agar jangan antikritik untuk mencapai keberhasilan.

“Kita jangan anti kritik, tentunya kritik yang kontruktif. KIA adalah senjata yang maha dahsyat, senjata yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat Aceh, khususnya masyarakat Aceh Besar. Makanya kita membutuhkan orang-orang yang mahir memainkan pletuk senjata ini,” pungkasnya.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved