Tafakur

Panggilan Buruk

Menjelang pemilihan umum, persaingan sengit adalah hal yang normal. Namun yang tidak normal ialah bila

Panggilan Buruk

Oleh: Jarjani Usman

“Hai orang-orang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekelompok perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan” (QS. al-Hujurat: 11).

Menjelang pemilihan umum, persaingan sengit adalah hal yang normal. Namun yang tidak normal ialah bila dengan sengaja memberikan panggilan buruk kepada orang lain. Seperti mewabah akhir-akhir ini. Misalnya, pihak lawan politik dipanggil dengan nama-nama hewan yang menjijikkan.

Padahal Allah telah melarang merendahkan orang lain dengan panggilan-panggilan buruk. Bisa jadi, orang yang panggil dengan nama-nama buruk malah sebenarnya termasuk yang lebih baik dan dicintai Allah. Apalagi kita tidak tahu pasti siapa sesungguhnya orang yang dipanggil dengan nama buruk, kecuali hanya mengetahui perbedaan hasrat politiknya.

Lebih mengerikan lagi bila perbuatan memanggil nama-nama buruk itu ditiru oleh masyarakat luas. Akan berlipat ganda dosa yang mengalir dan membebani orang-orang yang mencetus dan melanjutkan panggilan-panggilan buruk tersebut.

Allah mengingatkan agar kita segera bertaubat dari perbuatan memanggil nama-nama buruk kepada orang lain. Bila tidak, maka yang memanggilnya termasuk orang zalim. Orang zalim dibenci Allah.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved