Bagaimana Cara Tokyo Mampu Mengatasi Banjir? Ternyata Ini Jawabannya

Jika Jepang adalah tujuan utama untuk studi pengelolaan bencana dan risiko, maka tempat ini adalah salah satu tujuan pentingnya.

Bagaimana Cara Tokyo Mampu Mengatasi Banjir? Ternyata Ini Jawabannya
Pinterest
Ingin Tahu Bagaimana Tokyo Mampu Mengatasi Banjir? Katedral Bawah Tanah Ini Jawabannya 

SERAMBINEWS.COM - Sebuah sistem bendungan, saluran air dan terowongan menjadi pelindung ibu kota Jepang.

Akankah sistem ini bisa menanggulangi dampak perubahan iklim?

Cecilia Tortajada ingat saat dia menuruni tangga yang panjang menuju salah satu kecanggihan teknik di Jepang, sebuah tangki air raksasa yang merupakan pertahanan utama Tokyo melawan banjir.

Baca: PAN Dukung Qanun Syariah

Saat mencapai dasar tangki tersebut, dia berada di antara belasan pilar seberat 500 ton yang menahan langit-langit.

Di rongga saluran air yang seperti kuil itu, dia merasa begitu kecil. "Anda menjadi bagian kecil di sistem yang sangat besar ini," kata Tortajada, seorang pakar manajemen air di Institute of Water Policy di Lee Kuan Yew School of Public Policy di Singapura. "Anda tersadar betapa siapnya Tokyo".

 Jika Jepang adalah tujuan utama untuk studi pengelolaan bencana dan risiko, maka tempat ini adalah salah satu tujuan pentingnya.

Katedral banjir ini tersembunyi 22 meter di bawah tanah sebagai bagian dari Metropolitan Area Outer Underground Discharge Channel (MAOUDC), sistem terowongan sepanjang 6,3km dan ruang-ruang silindris yang melindungi Tokyo Utara dari banjir.

Dalam beberapa dekade terakhir, ibu kota Jepang itu telah menyempurnakan cara mereka menghadapi hujan topan dan sungai yang bisa bergejolak; sistem perlindungan banjirnya yang rumit adalah sebuah keajaiban dunia.

Baca: Begini Cara Pemerintah China Membuat Propaganda untuk Kaum Uighur di Xinjiang

Baca: Ini 5 Peraturan Pemerintah China yang Membuat Uighur Semakin Terjepit

Tapi masa depan, dengan perubahan iklim dan perubahan pola hujan, menjadi sulit ditebak.

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved