Data e-KTP Agara Hilang

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Tenggara (Agara) tengah menghadapi masalah

Data e-KTP  Agara Hilang
SERAMBI/ASNAWI LUWI
KEPALA Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Tenggara (Agara), Julkarnain SE memusnahkan e-KTP invalid.SERAMBI/ASNAWI LUWI 

* Akibat Server Database Terbakar
* Harapan Terakhir di Pusat Data Jakarta

KUTACANE - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Tenggara (Agara) tengah menghadapi masalah. Data perekaman KTP Elektronik (e-KTP) seluruh warga di kabupaten tersebut menghilang, dampak dari terbakarnya server database e-KTP.

Kabid Pelayanan (Kabid) Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Agara, Mustapa Kamal, kepada Serambi, Kamis (20/12), mengatakan, server database e-KTP terbakar sekitar dua bulan, terjadi akibat adanya korsleting listrik. “Akibatnya, data akurat seluruh perekaman data e-KTP dan KTP yang dicetak tidak tersimpan,” katanya.

Akibatnya, hingga kini pihaknya tidak mengetahui jumlah pasti masyarakat Agara yang telah dan belum memiliki e-KTP. Sementara di sisi lain, sesuai dengan instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), akhir Desember 2018 seluruh masyarakat sudah harus miliki dokumen e-KTP .

“Sekarang kita tidak tahu pasti berapa jumlah masyarakat yang telah memiliki e-KTP dan yang belum, sementara hingga akhir Desember 2018 seluruh warga Agara wajib memiliki e-KTP,” ungkap Mustapa Kamal.

Untuk diketahui, Kemendagri memang akan mengambil tindakan tegas kepada penduduk dewasa dengan usia di atas 23 tahun yang belum juga melakukan perekaman data e-KTP. “Apabila sampai 31 Desember 2018 belum merekam, maka akan kami sisihkan datanya, akan kami blokir,” tegas Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh.

Mengatasi persoalan tersebut, pihaknya sedang melakukan upaya lain, yakni dengan meminta ke bagian pusat data(data center) di Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta.

“Permintaan itu telah mereka ajukan sejak 10 Desember 2018 lalu. Kemungkinan seluruh data perekaman e-KTP dan yang dicetak masihtersimpan di data center tersebut,” ungkap Mustapa Kamal.

Sementara terkait dengan kegiatan perekaman, dikatakannya masih tetap berlangsung, hanya saja sejak Senin belum bisa terlayani maksimal akibat jaringan online server e-KTP di pusat terganggu. Mustapa Kamal menyebutkankan, setiap harinya ada ratusan masyarakat yang melakukan pengurusan dokumen kependudukan.

Untuk mencapai target penuntasan perekaman pada akhir Desember nanti, pihaknya akan melakukan jemput bola ke desa-desa. “Bahkan kami kerja lembur pada malam hari untuk melakukan perekaman e-KTP,” ucap Mustapa Kamal.(as)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved