Salam

Doa Kita untuk Muslim Uighur

Dalam pekan ini, sebagian muslim dunia bersuara mendesak lembaga-lembaga internasional seperti PBB supaya lebih keras lagi menekan Pemerintah Tiongkok

Doa Kita untuk  Muslim Uighur
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
Ratusan orang dari berbagai ormas Islam menggelar aksi solidaritas untuk muslim Uighur di Cina seusai shalat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Jumat (21/12/2O18). 

Dalam pekan ini, sebagian muslim dunia bersuara mendesak lembaga-lembaga internasional seperti PBB supaya lebih keras lagi menekan Pemerintah Tiongkok yang dinilai telah berlaku diskriminatif terhadap Muslim Uighur. Lebih 10 juta jiwa warga beragama Islam yang mendiami wilayah Provinisi Xinjiang, Cina bagian barat itu, selama ini mendapat perlakuan yang sangat menyakitkan dari pemerintah negara berpenduduk terbanyak di dunia itu.

Sikap simpati kepada Uighur juga digelar di beberapa tempat dalam wilayah Bumi Serambi Mekkah ini. “Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mari kita hadiri bersama aksi damai Aceh Bela Muslim Uighur, bakda Jumat 21 Desember 2018, di halaman Masjid Raya Baiturrahman. Terima kasih, waasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” seru Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman.

Etnis Uighur yang minoritas beragama Islam telah mendiami wilayah Xinjiang sejak era Jalur Sutera. Pemerintahan Tiongkok kemudian memasukkan wilayah Uighur dalam provinsinya pada tahun 1949. Sebelum itu, selama berabad-abad etnis Uighur mandiri tanpa tunduk pada kekuasaan manapun. Etnis Uighur memiliki fisik putih, sehingga nampak menonjol dengan etnis lain di Cina secara umum. Secara budaya Uighur lebih dekat dengan ras Turkistan.

Setelah 1949, Pemerintah Tiongkok mengirim lebih banyak etnis Han yang lebih “pribumi” ke wilayah Xinjiang yang kaya sumber daya alam itu sebagai upaya mengimbangi populasi Uighur. Upaya Beijing berhasil. Berdasarkan sensus tahun 2000, populasi etnis Han yang dikirim ke Xinjiang termasuk para polisi dan tentara yang mengisi pos-pos keamanaan di sana, sudah mencapai 40 persen dari total jumlah penduduk.

Seterusnya, etnis Uighur dipersulit mendapatkan hak-hak untuk menjadi pegawai pemerintahan, dan hak-hak lain yang selama ini didominasi etnis Han. Diskriminasi ini makin kentara manakala pemerintahan Beijing juga menerapkan kebijakan yang membatasi aktivitas keagamaan etnis Uighur, seperti larangan menjalankan ibadah puasa Ramadhan bagi para pekerja, mahasiswa, dan anak-anak.

Pada Agustus 2018, Perserikatan Bangsa Bangsa sudah secara tegas mengharuskan Pemerintah Tiongkok membuka akses, terutama terhadap tokoh-tokoh negeri muslim mengunjungi kawasan pemukiman Uighur. PBB memang sudah menyatakan China bertindak diskriminatif terhadap warga etnis Uighur. Dan, PBB mendesak China segera membebaskan warga etnis Uighur yang ditahan di kamp-kamp pendidikan ulang politik dengan ”dalih kontraterorism”. Padahal, saat ini para Muslim Uighur tersiksa dalam tahanan. Inilah yang sedang diperjuangkan muslim dunia agar para Uighur terbebas dari sikap diskriminatif negara itu. Maka, kirimlah doa agar saudara-saudara kita muslim Uighur dapat hidup dan beribadah secara tenang. Aamiin!

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved