Suplair Air Macet, Santri Mengeluh

Seratusan santri di Dayah Terpadu Darul Falah di Desa Pulo Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara

Suplair Air Macet, Santri Mengeluh
ABDUL MUTALEB, Wakil Ketua DPRK Aceh Utara

LHOKSUKON – Seratusan santri di Dayah Terpadu Darul Falah di Desa Pulo Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, selama lima bulan terakhir kesulitan memperoleh air bersih, menyusul macetnya suplai dari Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Mon Pase. Karena itu, sebagian santri harus mandi ke rumah warga yang berada di lingkungan dayah.

“Suplai air bersih mulai macet ke dayah kami setelah bulan suci Ramadhan. Namun, dalam tiga bulan terakhir kondisinya semakin parah. Kami sudah mencoba menggunakan mesin pompa, tapi usaha kami tak berhasil. Sehingga santri tak bisa memperoleh air bersih,” lapor Pimpinan Dayah Terpadu Darul Falah, Tgk Mustafa M Isa kepada Serambi, Sabtu (22/12).

Disebutkan, selama distribusi air bersih macet, santri yang mondok berjumlah 180 orang lebih harus mencari ke rumah warga di sekitar dayah untuk mandi, dan kebutuhan lainnya. Sebab, dayah tak bisa mendapatkan sumber air lainnya. “Air sumur kami tak layak untuk konsumsi. Selain rasanya lagang, juga berwarna kekuningan,” ujar Waled Pulo–sapaan akrab Tgk Mustafa M Isa–.

Selain itu, lanjutnya, tak ada sungai yang dekat dengan dayah, sehingga harapan satu-satunya sumber air bersih di pesantren hanya dari PDAM Tirta Mon Pase. “Kami berharap pelayanan seperti ini jangan terjadi lagi, karena santri kami sangat kesulitan,” katanya.

Wakil Ketua DPRK Aceh Utara, Abdul Mutaleb kepada Serambi kemarin menyebutkan, selain untuk dayah tersebut, untuk kemukiman Blang Asan juga macet dalam lima bulan terakhir. “ Tahun 2019 ini, kita sepakati dana subsidi untuk PDAM capai Rp 3 miliar. Untuk itu, saya berharap perusahaan tersebut bisa meningkatkan pelayanan,” katanya.

Ditambahkan, selama ini bukan hanya warga di kawasan Syamtalira Aron yang mengeluhkan kemacetan air bersih, tapi juga beberapa kecamatan lainnya. “Selama ini, warga sering mengadukan hal itu dan kita selalu menyampaikan ke perusahaan tersebut ketika ada pertemuan. Saya berharap ke depan lebih serius lagi untuk menanganinya,” pungkas Abdul Mutaleb.

Direktur Utama PDAM Tirta Mon Pase Aceh Utara, Zainuddin Rasyid kepada Serambi kemarin menyebutkan, suplai air bersih ke kawasan Syamtalira Aron sering macet karena ada persoalan di Water Treatment Plant (WTP) atau instalasi pengolahan air bersih, yang berada di kawasan Teupin Punti.

“Tapi alat-alat yang baru sudah kita siapkan dan dalam waktu dekat kita akan mengganti saringan, sehingga suplai air bersih ke kawasan itu bisa normal kembali,” jelas Zainuddin.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved