Salam

Hargai Kontestan, Jangan Rusak APK

Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh mulai punya catatan tak bagus terkait jalannya kampanye pada musim Pileg

Hargai Kontestan, Jangan Rusak APK
IST
Sekretaris Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Wilayah Aceh, Evani Clara, menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Komisioner Panwaslih Aceh, Marini, dalam acara pelatihan pemenangan caleg perempuan, di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Sabtu (20/10/2018). 

Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh mulai punya catatan tak bagus terkait jalannya kampanye pada musim Pileg dan Pilpres 2019 yang tahapannya dimulai tahun 2018 ini. Catatan tak mengenakkan itu adalah terdeteksinya pada sejumlah kabupaten/kota di Aceh kasus perusakan alat peraga kampanye (APK), seperti terjadi di Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Timur. Perusakan itu umumnya dilakukan malam hari sehingga pelakunya susah terlacak.

Sebagaimana diberitakan Harian Serambi Indonesia kemarin, Komisioner Panwaslih Aceh, Marini mengakui bahwa pihak Panwaslih sudah menerima sejumlah tentang perusakan APK caleg, baik dari partai politik lokal (parlok).

Selaku pengawas, kata Marini, pihak Panwaslih Aceh terus memantau dan menginvestigasi adanya perusakanan itu terjadi di tingkat kabupaten/kota, Marini meminta kabupaten/kota untuk segera mendata dan meneruskan laporannya ke Panwaslih Aceh yang berkedudukan di Banda Aceh.

Terus terang kita prihatin dan masygul mendengar kejadian seperti ini. Apalagi terjadinya tak cuma di satu kabupaten. Juga tak hanya melanda APK parnas, tapi bahkan parlok. Tak bisa tidak, perusakan APK seperti ini merupakan cerminan dari sikap destruktif dan vandalisme. Orang yang melakukannya pastilah bersengaja karena dilakukan pada malam hari, secara sembunyi-sembunyi. Seharusnya, jangan ada yang nekat merusak APK sebagai bentuk penghargaannya terhadap hak konstituen dan demokrasi.

Perbuatan seperti itu sangat tak bisa kita tolerir karena sangat tidak menghargai demokrasi. Pelakunya juga tak memahami makna kontestasi, sportivitas, dan beda pilihan. Oleh karenanya, Panwaslih harus segera bertindak. Lakukan investigasi sungguhan untuk mengungkap siapa saja yang nekat melakukan perusakan APK. Kemudian, jika pelakunya teridentifikasi segera serahkan ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) untuk diproses.

Ketahuilah bahwa pihak-pihak yang secara sengaja melakukan perusakan terhadap APK parpol, caleg, dan calon presiden/wakil presiden bisa dipidanakan. Hukumannya adalah dikenakan sanksi pidana pemilu dengan ancaman kurungan penjara dua tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta, sebagaimana diatur di dalam Pasal 521 juncto Pasal 280 ayat (1) huruf g Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Kita tunggu aksi Panwaslih dan Sentra Gakkumdu untuk menindak siapa pun yang berani merusak APK maupun melakukan tindak pidana pemilu agar pemilu di Aceh benar-benar berjalan fair, tertib, dan tetap menjunjung tinggi asas-asas pemilu.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved