Tafakur

Meningkatkan Kepedulian

Setiap perbuatan yang diharapkan memiliki nilai perbaikan. Termasuk mengadakan acara Maulid Nabi Muhammad SAW

Meningkatkan Kepedulian

Oleh Jarjani Usman

“‘Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini,’ kemudian beliau shallallahu `alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu `alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya” (HR. Bukhari).

Setiap perbuatan yang diharapkan memiliki nilai perbaikan. Termasuk mengadakan acara Maulid Nabi Muhammad SAW, yang tidak boleh melenceng dari usaha memperbaiki diri. Jangan sampai acara kenduri yang menghabiskan banyak sumber daya dan tenaga malah menjadi sumber dosa tersembunyi.

Misalnya, kenduri memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dijadikan sebagai upaya untuk menunjukkan keangkuhan atau pamer harta kekayaan. Yang diundangpun hanya kalangan orang-orang yang dianggap hebat dari segi tingginya jabatan atau banyaknya kekayaan. Padahal mereka sudah kenyang dengan bermacam makanan mewah setiap hari. Sedangkan orang-orang sekitar, orang-orang miskin, dan anak-anak orang biasa, diabaikan.

Padahal Maulid dilaksanakan untuk meneladani perilaku Nabi SAW. Sehingga perlu ditelusuri kembali, antara lain, bagaimana cara hidup Rasulullah, pesan-pesannya dan tujuannya diutus. Nabi SAW mengakui bahwa dirinya diutus untuk memperbaiki akhlak umat. Terbukti beliau sangat peduli terhadap umat, terutama kaum lemah, orang-orang miskin dan anak-anak yatim. Dalam suatu hadits disebutkan, sangat dekat beliau di surga kelak dengan orang-orang yang peduli terhadap anak yatim, seperti dekatnya jari tengah dan telunjuk.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved