Bantaran Krueng Dho Dicat Warna-warni

Rumah di sepanjang bantaran Krueng Dho, tepatnya di Dusun Kerinci, Gampong Seutui, Banda Aceh, diperindah dengan cat warna-warni

Bantaran Krueng Dho  Dicat Warna-warni
FOTO/IST
WALI Kota Banda Aceh, Aminullah Usman bersama Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, mengecat rumah warga yang berada di bantaran Krueng Dho, Senin (24/12). FOTO/IST 

BANDA ACEH - Rumah di sepanjang bantaran Krueng Dho, tepatnya di Dusun Kerinci, Gampong Seutui, Banda Aceh, diperindah dengan cat warna-warni oleh Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, dan istri Plt Gubernur Aceh, Dyah Erti Idawati yang bergotong royong bersama warga setempat, Senin (24/12).

Dalam kegiatan itu juga dihadiri Ketua TP PKK Banda Aceh, Nurmiaty AR, Ketua DWP Kota, Buraida Bahagia, Kepala Dinas Perkim Banda Aceh, Jalaluddin, Camat Baiturrahman, M Rizal, serta Keuchik Gampong Seutui, Tgk Amiruddin, serta para mahasiswa Unsyiah, Banda Aceh.

Aminullah menyampaikan kegiatan yang dilakukan itu merupakan gerakan memperindah kawasan hunian, yang dimulai dari bantaran Krueng Dho hingga dilanjutkan ke kawasan lain seperti bantaran Krueng Daroy.

Dikatakan, Banda Aceh melalui program Kotaku sudah mengatasi kawasan kumuh 465,24 hektare hingga tahun 2018. “Totalnya ada 485,29 hektare kawasan kumuh, artinya hanya tinggal 20 hektare lagi. Program Kotaku yang bersumber dari APBN ini akan kembali dilanjutkan tahun depan. Insya Allah 2019 Banda Aceh akan zero kawasan kumuh,” kata Aminullah.

Wali Kota juga menyampaikan untuk menunjang keindahan bantaran sungai krueng dho tersebut, nanti akan ditempatkan boat kecil untuk mengakut sampah di sepanjang sungai itu.

Sementara istri Plt Gubernur Aceh, Dyah Erti Idawati menambahkan bantaran sungai yang dicat warna warni memiliki potensi sebagai salah satu destinasi wisata air. “Sebagai ibu kota provinsi, Banda Aceh harus menjadi barometer bagi kota lainnya di Aceh. Kita ingin Banda Aceh bisa bersaing dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia,” ujarnya.

Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh itu juga meminta masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk merawat kawasan sungai, sehingga dapat dimanfaatkan menjadi daerah pariwisata.

“Banda Aceh landmark Aceh. Tolak ukur Aceh itu ada di sini, karena itu kita perlu memikirkan bersama bagaimana membuat kota Banda Aceh menjadi kota yang bagus,” kata Dyah Erti Idawati.(una/rel)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved