Material Pengaspalan Jalan Provinsi Diduga Tak Layak

Proyek pengaspalan jalan provinsi di Desa Bayeun, Kecamatan Rantau Seulamat, Aceh Timur diduga menggunakan material tak layak

Material Pengaspalan Jalan  Provinsi Diduga Tak Layak
Proyek aspal jalan dan saluran paret beton yang telah amblas dan retak pasca sebulan selesai dikerjakan Januari 2015 lalu, ditepi krueng Peureulak, tepatnya di Desa Pasir Putih,Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, Sabtu (14/3) SERAMBI / SENI HENDRI 

LANGSA - Proyek pengaspalan jalan provinsi di Desa Bayeun, Kecamatan Rantau Seulamat, Aceh Timur diduga menggunakan material tak layak, karena menguning bercampur tanah.

Proyek pengasapalan jalan di Desa Bayeun ini bersumber dari APBA 2018 senilai Rp 2.221093.000 (Rp 2,2 miliar lebih) dikerjakan oleh CV Poly Construksi Engineering, pengawas PT Genta Prima Pertiwi dengan kontrak kerja hingga 24 Desember 2018.

Sejumlah warga Bayeun, Selasa (25/12) mengatakan jalan dikhawatirkan tidak bertahan lama, karena material base A bercampur tanah kuning. Disebutkan, lumpur tanah terlihat jelas saat turun hujan dan berbeda dengan proyek jalan di Desa Simpang Aneuh, Kecamatan Rantau Selamat yang juga masih dikerjakan, menggunakan material pasir dan batu (sirtu) pecahan.

Warga menyatakan jalan yang menggunakan sirtu tidak akan ada tanah berlumpur, tetapi air meresap. Dikatakan, rekanamn harus segera mengganti material pembangunan jalan yang sesuai dengan spesifikasi kontrak.

Rekanan jalan Desa Bayeun, Din Colet mengatakan dalam waktu dekat akan mengaspal jalan tersebut. Terkait material base A berwarna kuning karena bercampur tanah, dia tak menampiknya. Menurut dia, pihaknya susah mendapatkan material base A yang bagus dan material yang digunakan dari Desa Alue Puteh.

Konsultan pengawas, Sawal mengatakan pihaknyab ada memberikan teguran kepada rekanan, agar tak menggunakan base yang banyak kadar tanahnya. Bahkan melalui surat teguran juga disampaikan kepada rekanan, ujar Sawal.

PPTK dari Dinas Bina Marga Provinsi Aceh, Zainuddin, yang konfirmasi via WhatsApp, sore kemarin mengatakan pengaspalan Jalan di Desa Bayeun tersebut masih dalam proses dan terkait layak atau tidak layak, maka harus ada tes laboratorium.

Zainuddin menjelaskan karena material berbeda lokasi dangan tetangganya (pengaspalan di Desa Simpang Aneuh). dirinya berharap untuk tetap dilakukan pengawasan ekternal, juga terkait suksesnya pembangunan di Kecamatan Rantau Seulamat, Kabupaten Aceh Timur.(zb)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved