14 Tahun Tsunami Aceh

Mengenang Tsunami Aceh - Ketika Warga Pulau Banyak Melihat Seratusan Jenazah Hanyut Mengapung

Sepekan pascagempa tsunami 26 Desember 2004, warga Pulau Banyak, Aceh Singkil, menemukan ratusan jenazah mengapung.

Mengenang Tsunami Aceh - Ketika Warga Pulau Banyak Melihat Seratusan Jenazah Hanyut Mengapung
FOTO KEUCHIK PULAU BAGUK, HARDI
Warga Pulau Baguk, Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, menggelar doa bersama di kuburan masal korban tsunami di Pulau Baguk, Rabu (26/12/2018). 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Gempa bumi disusul gelombang dahsyat bernama tsunami menghantam Aceh pada 24 Desember 2004.

Tsunami menerjang hampir seluruh wilayah Aceh, termasuk Aceh Singkil.

Sepekan pascagempa tsunami 26 Desember 2004, warga Pulau Banyak, Aceh Singkil, menemukan ratusan jenazah mengapung.

Umumnya kondisi jenazah tak lagi utuh lantara lama terombang ambing di lautan.

Jenazah tersebut hanyut dari daerah yang terdampak parah tsunami ke Pulau Banyak.

Jenazah-jenazah itu lalu dikumpulkan warga dan dikebumikan di Pulau Baguk.

Kuburan masal korban tsunami sempat kurang diperhatikan kala itu. Namun kini warga mulai merawatnya.

Sekitar 97 jenazah yang ditemukan dikubur masal lantaran tidak diketahui identitasnya.

Sementara tiga jenazah dikebumikan terpisah karena diketahui identitasnya.

"Sedangkan dua sudah dipindahkan pihak keluarga dan satu masih tetap. Kalau tidak salah total ada 101 jenazah," kata Keuchik Pulau Baguk, Hardi, Rabu (26/12/2018).

Warga Pulau Baguk khususnya dan Pulau Banyak umumnya, menjadikan lokasi kuburan masal itu, sebagai tempat memperingati gempa dan tsunami Aceh 14 tahun silam.

Tragedi Minggu Kelabu; Manusia tak Berdaya, Mayat-mayat Bergelimpangan, Semuanya Pasrah

Selamat dari Gulungan Gelombang, Bertemu Ular Raksasa di Atas Pohon

Bersama Anak di Gendongan, Berkali-kali Diseret Gelombang Hingga Tersangkut di Pohon Kelapa

Termasuk peringatan tsunami kali ini, warga Pulau Baguk menggelar doa bersama di kuburan masal korban tsunami di Pulau Baguk.

Hardi mengatakan, doa bersama selain diikuti warga Pulau Baguk, juga mengundang Muspika Pulau Banyak.

Warga lain yang ikut dipersilahkan. "Kegiatan ini selain mengenang dahsyatnya musibah. Kita juga berdoa agar terhindar dari musibah," ujarnya.(*)

Live Streaming Ceramah Ustadz Abdul Somad pada Peringatan Tsunami Aceh di Peukan Bada

Suara Dentuman Misterius Terdengar di Sejumlah Daerah di Jawa Barat Hingga Sumatera Selatan

Mengapa Gunung Anak Krakatau Bisa Memicu Tsunami di Selat Sunda? Begini Penjelasan Ahli Vulkanologi

Penulis: Dede Rosadi
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved