Naik ke Beko Sedang Operasi, Bocah Sawang Tewas Terjepit

Seorang anak berusia 13 tahun, Mulya Usman, penduduk Desa Blang Reulieng, Kecamatan Sawang, Aceh Utara dilaporkan meninggal

Naik ke Beko Sedang Operasi, Bocah Sawang Tewas Terjepit
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Alat berat jenis beko loder dari BPBK Abdya, mengorek timbunan pasir pada mulut kuala Ujong tanoh, Kecamatan Setia, Jumat (27/7/2018). Mulut kuala tersebut tersumbat pasir yang diseret gelombang raya yang terjadi dua hari terakhir.

LHOKSUKON – Seorang anak berusia 13 tahun, Mulya Usman, penduduk Desa Blang Reulieng, Kecamatan Sawang, Aceh Utara dilaporkan meninggal setelah naik ke beko yang sedang beroperasi kemudian terjatuh dan terjepit alat berat tersebut, Selasa (25/12) sekitar pukul 10.00 WIB.

Informasi yang diterima Serambi dari Ketua Pemuda Blang Reulieng, Saiful Anwar A Latif mengatakan, setelah menerima laporan adanya anak yang terjatuh dari beko dan meninggal, dirinya langsung ke lokasi untuk memastikan kronologi peristiwa itu. “Saat saya sampai di lokasi, bocah itu sudah meninggal,” kata Saiful.

Menurut informasi yang diterima Saiful dari berbagai sumber di lapangan, ketika insiden terjadi alat berat itu sedang menuju lokasi proyek pembangunan embung yang sudah dikeruk. Tanpa diketahui operator beko, seorang bocah naik ke roda rantai yang sedang berputar sehingga terjatuh. “Kejadian itu sempat dilihat oleh sopir truk yang hendak mengangkut tanah,” kata Saiful.

Saat terjauh, korban tidak sempat tergilas roda rantai beko namun anak itu sempat terjepit menyebabkan luka lecet di bagian tubuh dan kepalanya.

Setelah kejadian, kata Saiful Anwar, orang tua korban sempat mengamuk, tapi berhasil ditenangkan warga. “Operator beko tidak melihat saat bocah itu menaiki roda rantai karena dia naik dari arah belakang,” katanya. Polisi langsung tiba di TKP untuk melakukan penyelidikan.

Keuchik Blang Reulieng, Nawawi kepada Serambi menyebutkan, setelah mengetahui kejadian itu warga langsung melaporkan kepada polisi. Musibah itu terjadi ketika beko sedang meratakan tanah di lokasi proyek embung.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kapolsek Sawang, Ipda Zahabi kepada mengatakan, korban sudah divisum dan kasus itu sedang dalam proses penyelidikan. “Saya sekarang di lokasi penguburan jenazah korban,” kata Ipda Zahabi yang dihubungi sore kemarin. (jaf)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved