Jangan Ada Perayaan Tahun Baru

Pemkab Aceh Tengah dan Aceh Tenggara (Agara) mengeluarkan seruan bersama tentang pelarangan perayaan Tahun Baru 2019

Jangan Ada  Perayaan  Tahun Baru
menempel selebaran
Kasi Trantib Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Banda Aceh, Hardi Karmy SE menempel selebaran seruan bersama tentang larangan perayaan pergantian tahun baru, di Taman Sari, Banda Aceh, Rabu (30/12). SERAMBI/BUDI FATRIA 

* Imbauan Pemkab Aceh Tengah dan Agara

TAKENGON - Pemkab Aceh Tengah dan Aceh Tenggara (Agara) mengeluarkan seruan bersama tentang pelarangan perayaan Tahun Baru 2019. Untuk memastikan hal itu, Pemkab akan mensiagakan Satpol PP WH di malam pergantian tahun.

Seruan bersama Pemkab Aceh Tengah ditandatangani oleh seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tertanggal 20 Desember 2018. Yaitu, Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar, Wakil Bupati Firdaus, Kapolres AKBP Hairajadi, Dandim 0106/Aceh Tengah Letkol Inf Hendry Widodo, Kajari Nislianudin, Ketua PN Takengon Endi Nurinda Putra SH MH, Ketua Mahkamah Syar’iyah Drs Nailul Syukri SH MH, dan Ketua MPU Tgk H M Isa Umar Sag.

Sedangkan di Agara, seruan tersebut dikeluarkan Bupati Raidin Pinim melalui Surat Edaran (SE) Nomor SE/20/2018, tentang larangan bagi masyarakat muslim di Agara meriahkan Natal dan Tahun Baru 1 Januari 2019.

“Seruan ini dikeluarkan untuk menjaga ketertiban serta ketenangan masyarakat. Lagi pula, pergantian tahun tidak perlu dirayakan, apalagi dengan cara yang berlebihan,” kata Kabag Humas Setdakab Aceh Tengah, Mustafa Kamal, kepada Serambi, Rabu (26/12).

Oleh karena itu, di dalam seruan tersebut, juga dilarang memperdagangkan terompet, petasan (mercon) atau sejenisnya. Masyarakat juga dilarang untuk membeli barang-barang tersebut. Masyarakat, lanjut Mustafa Kamal, diminta untuk menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masing-masing. “Kita berharap, seruan yang dikeluarkan oleh pimpinan daerah itu bisa diikuti oleh masyarakat karena tujuannya demi kebaikan,” imbuhnya.

Selain itu, Aceh Tengah juga merupakan daerah bersyariat Islam, sehingga peringatan maupun perayaan pergantian tahun masehi bukan menjadi keharusan, bahkan dilarang untuk dirayakan karena lebih banyak efek negatifnya ketimbang manfaat. “Atas dasar itu, makanya Forkopimda mengeluarkan seruan larangan ini,” demikian Kabag Humas.

Gelar Razia
Sementara itu, Kasatpol PP dan WH Agara, R Fadli SSTP, menegaskan bahwa pihaknya akan menggelar razia untuk memastikan tidak adanya perayaan tahun baru di malam pergantian tahun, seiring dengan keluarnya surat edaran Bupati.

Di dalam SE tersebut, dikatakan Fadli, Bupati melarang pemilik hotel/rumah penginapan/kafe/wisma untuk menyewakan tempat yang dijadikan sebagai tempat memeriahkan Natal dan Tahun Baru.

Bupati Agara, juga melarang jual beli petasan, terompet, dan juga membatasi jadwal buka kafe-kafe hingga pukul 22.00 WIB. “Untuk memastikan itu semua kita akan menggelar razia,” pungkas Fadli.(my/as)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved