Langsa Jadi Kota Wisata

Kota Langsa telah dinobatkan sebagai salah kota tujuan wisata di Provinsi Aceh, selain Aceh Besar, Sabang, Bener Meriah dan Simeulue

Langsa Jadi Kota Wisata
wisata halal 

* Konsisten Mengembangkan Sepanjang 2018

LANGSA - Kota Langsa telah dinobatkan sebagai salah kota tujuan wisata di Provinsi Aceh, selain Aceh Besar, Sabang, Bener Meriah dan Simeulue. Penobatan kota wisata diakui melalui penghargaan dari Plt Gubernur Aceh, sebagai daerah yang konsisten mengembangkan wisata daerah sepanjang tahun 2018.

Penghargaan diserahkan oleh Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, kepada Wakil Wali Kota Langsa, Dr H Marzuki Hamid MM usai peringatan tsunami ke-14 di Masjid Tgk Mahraja Gurah, Gampong Lam Geu Eu, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Rabu (26/12) pagi.

Marzuki Hamid, kepada wartawan pada Rabu (26/12) sore menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada aparatur Pemko Langsa dan masyarakat, LSM, dan pihak lainnya yang telah mendukung Kota Langsa dalam pengembangan daerah tujuan wisata.

“Mudah-mudahan, penghargaan ini akan terus didapat Kota Langsa, karena menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah untuk terus menjaga lingkungan dan pengembangan wisata,” ujarnya. Dikatakan, Pemko Langsa berkomitmen menjadikan daerah ini sebagai tujuan wisata lokal maupun luar, seperti hutan manggrove dan hutan kota.

“Dalam beberapa tahun terakhir ini, kawasan wisata terus ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah, baik Aceh, Sumut, maupun luar daerah, dengan tujuan melihat keindahan objek wisata hutan kota dan manggrove,” jelasnya.

Marzuki Hamid yakin dengan dukungan dan penghargaan yang diberikan Pemerintah Aceh ini, Kota Langsa akan semakin bersemangat mewujudkan Aceh hebat. “Penghargaan ini menjadi kehormatan bagi Kota Langsa, dan juga menjadi semangat baru untuk meningkatkan pembangunan Kota Langsa terutama sektor pariwisata,” tandasnya.

Sebelumnya, Langsa juga dinobatkan sebagai kota peduli Hak Azasi Manusia (HAM), sekaligus kepatuhan tinggi dari pemerintah pusat. Penilaian itu dituangkangkan dalam bentuk penghargaan dari Ombudsmen RI dengan Predikat Kepatuhan Tinggi 2018, dan dari Kementerian Hukum dan HAM sebagai Kota Peduli HAM.

Wali Kota Langsa, Usman Abdullah SE atau akrap disapa Tauke Seuem, menerima penghargaan pada tempat dan hari berbeda. Pada Senin (10/12), penghargaan diserahkan oleh Ketua Ombudsman RI, Prof Amrun Rifai SH LLM PhD kepada Tauke Seuem, bersama kabupaten lain di Auditorium TVRI Pusat,, Jakarta Pusat.

Sehari kemudian atau Selasa (11/12), Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia RI Yasonna Laoly, menyerahkan penghargaan kepada Wali Kota Langsa di Gedung Kemenkum HAM, Jakarta Pusat.

Bahkan, seluruh Puskesmas di Kota Langsa yang berjumlah 5 unit telah resmi terakreditasi, terhitung sejak 29 November 2018. Prestasi ini tidak terlepas dari kerja keras Pemko Langsa, Dinas Kesehatan Langsa dan juga pihak Puskesmas sendiri, sehingga menjadikan kota ini, satu-satunya yang meraih akreditasi 100 persen untuk Puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Langsa, dr Herman, Selasa (11/12) menyatakan kesuksesan meraih akreditasi ini, bukan hanya terfokus pada faktor internal Puskesmas. “Kesuksesan ini berkat dukungan semua pihak dan lintas sektoral, selain pimpinan Puskesmas sampai staf, termasuk petugas kebersihan tanpa kecuali,” ujarnya.

Herman menjelaskan seluruh staf memiliki peran masing-masing yang harus dijaga, karena setiap individu mempunyai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.(zb)

keberhasilan sektor wisata
* Hutan manggrove dan kota terus dikembangkan
* Menjadi tempat hiburan warga Langsa dan lainnya
* Ramai dikunjungi wisatawan lokal dan luar daerah
* Pemko Langsa komit kembangkan sektor wisata
* Dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir ini

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved