Tafakur

Mengenang Sesama

Kejadian gempa dan tsunami dalam skala besar yang telah terjadi puluhan tahun lalu masih demikian melekat dalam ingatan

Mengenang Sesama
SERAMBINEWS.COM/IST
Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh saat bencana tsunami terjadi 26 Desember 2004 

Oleh: Jarjani Usman

“Barangsiapa ridha (kepada ketentuan Allah), maka Allah akan ridha kepadanya…” (HR. Tirmidzi).

Kejadian gempa dan tsunami dalam skala besar yang telah terjadi puluhan tahun lalu masih demikian melekat dalam ingatan. Yang paling terasa adalah saat mengenang anggota keluarga dan sanak saudara yang telah mendahului kita dalam bencana dahsyat tersebut. Tak habis-habisnya kesedihan terasa, tetapi tentunya kita harus tabah dan menyerahkan sepenuhnya semuanya kepada Allah.

Bila menyerahkan kepada Allah, hati kita akan terhibur. Soalnya, pertama, Allah sudah memberikan petunjuk bahwa hidup di dunia ini sangat singkat. Kehidupan akhiratlah yang abadi. Kedua, Allah juga telah menunjuki bahwa kematian pasti akan menimpa setiap yang bernyawa. Ketiga, Allah juga telah memberitahukan bahwa kematian seseorang hamba tidak akan dimajukan atau diundurkan sedikitpun. Sehingga kalau seseorang telah meninggal dunia dengan cara apapun, kita harus menerimanya sebagai ketentuan Allah. Dengan kata lain, ajalnya yang telah ditetapkan oleh Allah sudah tiba.

Karena itu, sewaktu masih hidup di dunia ini, kita perlu berbaik-baik dan saling mengingatkan untuk menetapi kebenaran. Dengan cara demikian, kita sama-sama menjadi orang-orang yang sama-sama menikmati hidup, menjadi orang beruntung dan dalam keadaan Muslim saat berpulang kepada Allah.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved