Merek Pakaian Olahraga AS Beli Produk Dari 'Kamp Penahanan', Berlokasi di Wilayah Xinjiang

Kamp tahanan massal, di Hotan, China, adalah salah satu dari sejumlah kamp penahanan yang berlokasi di wilayah Xinjiang.

Merek Pakaian Olahraga AS Beli Produk Dari 'Kamp Penahanan', Berlokasi di Wilayah Xinjiang
ANADOLU AGENCY/UGUR SUBASI
Kelompok Muslim Uighur yang terdiri dari 18 orang datang dari Istanbul ke Ankara untuk menarik perhatian masyarakat internasional terhadap aksi pelanggaran hak asasi manusia terhadap orang-orang Uighur, di China. 

SERAMBINEWS.COM - Pria dan wanita China yang dikurung di kamp-kamp tahanan massal yang otoritas China klaim sedang "mendidik kembali" etnis minoritas ternyata diperkerjakan untuk menjahit pakaian yang telah diimpor sepanjang tahun oleh sebuah perusahaan olahraga di AS.

Kamp tahanan massal, di Hotan, China, adalah salah satu dari sejumlah kamp penahanan yang berlokasi di wilayah Xinjiang.

sejumlah kalangan memperkirakan 1 juta warga muslim telah ditahan di kamp-kamp ini, dan dipaksa untuk meninggalkan bahasa dan agama mereka serta tunduk pada indoktrinasi politik.

Baca: Artis Malaysia Ajak Warga agar tak Lagi Berfoto Bersama Hewan Buas di Kebun Binatang, Ini Alasannya

Sekarang, Pemerintah China juga memaksa beberapa tahanan untuk bekerja di industri manufaktur dan makanan.

Beberapa industri manufaktur itu berada di dalam kamp tahanan; yang lain dipekerjakan di pabrik milik negara, pabrik yang disubsidi negara dimana para tahanan dikirim ke pabrik-pabrik tersebut setelah mereka dibebaskan.

Kantor berita Associated Press telah melacak pengiriman yang berlangsung terus menerus dari salah satu pabrik tersebut - Hetian Taida Apparel - yang berlokasi di dalam sebuah kamp penahanan warga ke Badger Sportswear, pemasok terkemuka di Statesville, North Carolina, Amerika Serikat.

Baca: Pascatsunami, Pemukiman Warga Serang Kini Dilanda Banjir

Produk pakaian Badger Sportswear dijual di kampus-kampus di universitas dan tim olahraga di seluruh Amerika Serikat, meskipun tidak ada cara untuk mengetahui di mana baju tertentu yang dibuat di Xinjiang berakhir.

Pengiriman ini menunjukkan betapa sulitnya menghentikan produk yang dibuat dengan kerja paksa masuk ke rantai pasokan global, meskipun impor semacam itu ilegal di AS.

Kepala eksekutif Badger, John Anton mengatakan perusahaannya akan menangguhkan pengiriman selama proses penyelidikan berlangsung.

Melalui aku Twitter-nya, Badger mengatakan: "Kami segera menangguhkan pemesanan produk dari Hetian Taida dan afiliasinya saat penyelidikan dilakukan.

Halaman
1234
Editor: Fatimah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved