Salam

Semoga Turis tidak Mengeluh Tahun Ini

Memasuki libur akhir tahun, arus wisatawan menuju Sabang meningkat drastis.

Semoga Turis tidak Mengeluh Tahun Ini
SERAMBINEWS.COM/RA KARAMULLAH
Para pemilik yacht menonton atraksi tarek pukat pada acara Festival Khanduri Laot di Teluk Sabang, Sabtu (28/4/2018). 

Memasuki libur akhir tahun, arus wisatawan menuju Sabang meningkat drastis. Untuk mencegah terjadinya penumpukan penumpang dan kendaraan, pihak pelabuhan menambah jumlah pelayaran rute Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh-Pelabuhan Balohan Sabang menjadi delapan trip dalam sehari sejak lima hari terakhir.

Penambahan trip penyeberangan itu dilakukan untuk kapal cepat dan kapal lambat yang masing-masing empat trip. Sedangkan jadwal regulernya setiap jenis kapal hanya berlayar tiga trip atau total enam trip dalam sehari. Untuk pelayaran dengan kapal cepat dilayani oleh tiga unit kapal yaitu Express Bahari 8B, Express Bahari 2F, dan Express Cantika. Jadwalnya pelayaran dari Balohan dimulai pukul 08.00 WIB, pukul 10.00 WIB, pukul 14.30 WIB, dan pukul 16.00 WIB.

Sedangkan pelayaran kapal lambat dilayani dua kapal yaitu KMP Tanjung Burang dan KMP BRR yang masing-masing melayani dua trip. Pelayaran dari Sabang dimulai pukul 07.30 WIB, pukul 10.30 WIB, pukul 14.00 WIB, dan pukul 16.00 WIB.

“Setelah penambahan dua trip kapal, semua penumpang yang datang maupun yang ingin keluar dari Sabang dapat terangkut semua. Namun untuk kendaraan ada beberapa yang tidak terangkut dan harus menunggu hari selanjutnya, seperti kemarin ada tiga kendaraan yang tidak muat lagi,” kata Kepala Pelabuhan Balohan, Agustiar.

Kita sangat mengapresiasi kebijakan yang ditempuh itu. Pertama untuk memberi kelancaran perjalanan para turis lokal maupun mancanegara yang ingin mengabiskan libur akhir tahun di Pulau Weh. Kedua, dengan lancarnya transportasi laut dari dan ke Sabang itu, kita yakin aktivitas kepariwisataan di Sabang akan semakin maju.

Kita sangat memahami bahwa liburan adalah kegiatan mencari ketenangan serta kesegaran jiwa dan raga. Oleh sebab itu, para turis menginginkan semua aktivitas terkait dengan liburannya berjalan lancar, termasuk transportasi. Mengingat angkutan umum ke Sabang hanya ada satu jalan, yakni laut, maka kelancaran layanan dari pengelola pelabuhan dan feri sangat menentukan kepuasan para wisatawan.

Dulu, ada penerbangan reguler dari Medan-Sabang tiga kali seminggu. Namun hanya beberapa bulan beroperasi penerbangan itu berhenti. Alasannya tentu saja karena kekurangan penumpang. Makanya, sebagai satu-satunya jalur transportasi, kita berharap layanan angkutan laut ini harus benar-benar maksimal untuk rute Banda Aceh-Sabang dan sebaliknya.

Hal itu kita tekankan mengingat tahun-tahun sebelumnya ada banyak wisatawan yang mengeluh karena tak mendapat layanan transportasi seperti yang mereka harapkan. Bukan hanya kendaraan yang tak terangkut ke Sabang, tapi kendaraan-kendaraan yang sudah telanjur dibawa ke Sabang juga sulit sekali membawa pulang ke daratan. Penumpang juga banyak yang tak terangkut sehingga mereka terpaksa tidur di komplek pelabuhan.

Makanya, kita selalu berharap, pengangkutan pengunjung ke destinasi-destinasi wisata kepulauan di Aceh bukan cuma harus lancar, tapi juga mengutamakan keamanan dan kenyamanannya. Dukungan transportasi yang baik menjadi faktor penunjang penting bagi kemajuan kepariwisataan Aceh. Apalagi kondisi keamanan sudah cukup baik, kan?

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved