Selasa, 28 April 2026

Agara Kembali Diterjang Banjir Bandang

Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) kembali diterjang banjir bandang. Kali ini, menimpa Desa Suka Makmur, Kecamatan Semadam

Editor: hasyim
SERAMBI/ASNAWI
Sebanyak enam rumah di Desa Suka Makmur, Kecamatan Semadam, Rabu (26/12/2018) sekitar pukul 21.30 WIB diterjang banjir bandang. Akibatnya, dua rumah rusak berat dan empat rusak ringan. SERAMBI/ASNAWI 

* Enam Rumah Rusak

KUTACANE -Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) kembali diterjang banjir bandang. Kali ini, menimpa Desa Suka Makmur, Kecamatan Semadam, sekitar pukul 21.30, Rabu (26/12). Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, tetapi beberapa unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan.

“Ada enam rumah yang rusak. Dua mengalami rusak parah dan empat rusak ringan,” kata Penghulu Kute (Keuchik) Suka Makmur, Samirin, kepada Serambi, Kamis (27/12).

Menurut Samirin, sudah sejak tiga hari terakhir Agara terus-menerus diguyur hujan, sehingga memicu banjir bandang. Banjir tersebut datang sambil membawa bongkahan bebatuan dan kayu gelondongan.

“Warga pemilik rumah saat ini telah diungsikan ke lokasi yang aman di rumah keluarganya masing-masing. Pemkab juga sudah mendistribusikan bantuan masa panik kepada warga yang menjadi korban,” imbuh Penghulu Kute Suka Makmur ini.

Di samping banjir bandang, di hari yang sama juga terjadi longsor yang menimbun badan jalan di kawasan Desa Sebungke-Emiya Batu Dua Ratus, Kecamatan Lawe Sigala-gala. Akibat longsor tersebut, arus transportasi dari Kutacane ke Medan sempat terganggu.

Musibah banjir bandang dan longsor tersebut langsung ditangani oleh PT Gala Fila Mandiri (GFM) Kutacane. Mereka mengerahkan alat berat loader untuk membuang material banjir bandang serta membersihkan material longsor di lintas jalan nasional menuju ke Medan.

“Saat ini arus transportasi sudah mulai lancar. Kami mengerahkan satu alat berat jenis loader dan satu alat berat milik Pemkab untuk membuang material longsor jalan nasional,” kata Direktur Gala Fila Mandiri (GFM) Kutacane, Iskiki Handoko.

Ini merupakan banjir bandang kedua yang terjadi sepanjang dua bulan terakhir. Sebelumnya, yakni pada tanggal 27 November 2018, banjir bandang juga menghantam Desa Natam Baru Dusun Lawe Menderung, Kecamatan Badar, Desa Jonggar Kayu Mentangur, Kecamatan Ketambe.

Kemudian Desa Tuah Kerine, Desa Bunbun Indah, Bunbun Alas, Arih Mejile, Permata Musara dan Desa Seurakut, Kecamatan Leuser.

Banjir tersebut menyebabkan puluhan rumah rusak, dan ratusan kepala keluarga mengungsi. Pemkab juga terpaksa menambah masa darurat bencana selama 10 hari karena banyaknya bebatuan dan kayu gelondongan yang berserakan.

Oprit Jembatan Mbarung Amblas Lagi
Terpisah, oprit jembatan Mbarung, Kecamatan Babussalam yang menghubungkan ke Kecamatan Lawe Alas, dilaporkan kembali amblas pada Kamis (27/12) dini hari. Akibatnya, badan jalan tersisa hanya sekitar dua meter lagi.

“Opprit jembatan itu amblas sekitar 4x5 meter dengan kedalaman sekitar 4 meter. Jalan yang tersisa hanya dua meter,” info Kapolres Agara, AKBP Rahmad Hardeny Yanto Ekosaputro SIK MSI, melalui Kapolsek Babussalam, Iptu Sabrianda, kepada Serambi kemarin.

Ini merupakan kejadian kedua. Sebelumnya, pada 15 Desember 2018, oprit jembatan Mbarung amblas diterjang derasnya sungai Alas, dan hanya menyisakan jalan selebar 1 meter. Tak lama oprit tersebut langsung diperbaiki dan kemarin kembali dilaporkan amblas.

“Saat ini oprit jembatan itu sudah diperbaiki oleh PT ANDAL bersama Dinas PUPR Agara,” imbuh Iptu Sabrianda.(as)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved