Flight ke Sabang Agar Dibuka Lagi

Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Prof Dr Jasman J Ma’ruf berharap jalur penerbangan (flight) Garuda Indonesia ke Sabang

Flight ke Sabang Agar Dibuka Lagi
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Ratusan penumpang yang menyeberang dari Pulau Sabang turun dari kapal Feri BRR saat tiba di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Selasa (9/2/2016) 

BANDA ACEH - Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Prof Dr Jasman J Ma’ruf berharap jalur penerbangan (flight) Garuda Indonesia ke Sabang dapat dibuka kembali. Hal itu dilakukan agar transportasi ke Pulau Weh tidak hanya melalui jalur laut saja, tapi juga melalui udara, sehingga mendatangkan banyak wisatawan yang membangkitkan ekonomi masyarakat.

“Saya melihat di Sabang sudah sangat bagus, pariwisata pun sudah diakui, banyak turis yang kesana. Itu sangat positif, ketika mereka pulang ke negara asalnya, mereka dapat menceritakan tentang Sabang,” kata Prof Jasman saat menjadi narasumber tamu by phone dalam talkshow Radio Serambi FM, Kamis (27/12), membahas Salam (Editorial) Harian Serambi Indonesia berjudul ‘Semoga Turis tidak Mengeluh Tahun Ini’.

Hadir sebagai narasumber internal dalam talkshow bertajuk Cakrawala itu adalah Sekretaris Redaksi Harian Serambi Indonesia, Bukhari M Ali yang dipandu host, Vheya Artega.

Menurut Prof Jasman, ketika Garuda Indonesia berhenti terbang dari Bandara Kualanamu, Deliserdang, ke Bandara Maimun Saleh, Sabang beberapa waktu lalu, sebagai penerbangan perintis maskapai tersebut jangan hanya melihat keuntungannya saja. Namun juga harus melihat adanya kepentingan negara, dan ekonomi bangsa.

“Garuda kan BUMN negara. BUMN harus peka terhadap ekonomi bangsa. Penerbangan Medan ke Sabang itu akan tumbuh besar, namun butuh waktu. Apabila secara kontinyu Garuda terbang ke Sabang, dalam setahun kemudian sudah full tiketnya. Ini kan baru beberapa kali terbang sudah berhenti,” katanya.

Dikatakan, dengan adanya jalur penerbangan ke Sabang secara kontinyu, maka wisata alam Sabang yang sering dikunjungi setiap akhir tahun, dapat didatangi setiap saat.

“Maka harus ada pesawat kesana (Sabang-red), sehingga aksesnya mudah. Apabila Garuda terbang secara kontinyu, tidak berhenti maka orang yang mau ke Sabang dapat membuat agendanya dengan jelas. Misal, terbang dari Jakarta ke Medan dan langsung ke Sabang,” ujarnya.

Hal ini dikatakan Prof Jasman, harus mendapat dukungan dan komitmen bersama dari semua stakeholder, khususnya yang terkait isu-isu pariwisata.

Pada talkshow tersebut, Prof Jasman juga menyampaikan terkait banyak penumpang yang mengeluh terutama harus mengantri berjam-jam di loket. Pada tahun sebelumnya, ada penumpang yang tidak dapat berangkat karena tiket ke Sabang habis. “Ini harus kita redam, apalagi sekarang sudah zaman teknologi IT. Ke depan kita harapkan tiket kapal dapat dibeli melalui online,” katanya.(una)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved