Stok Darah Sering Kosong

Kekosongan stok darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simeulue seringkali terjadi, sehingga membuat keluarga pasien kalang kabut

Stok Darah Sering Kosong
thinkstock
ilustrasi 

* Di RSUD Simeulue

* Warga Harus Sediakan Pendonor

SINABANG - Kekosongan stok darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simeulue seringkali terjadi, sehingga membuat keluarga pasien kalang kabut untuk mencari pendonor untuk memenuhi kebutuhan operasi. Hal ini sangat dikeluhkan warga yang ingin berobat ke rumah sakit milik daerah tersebut.

Rijal, warga asal Simeulue Cut yang sedang menanti kelahiran buah hatinya di RSUD itu mengaku, dia harus susah payah mencari pendonor guna memenuhi kebutuhan darah untuk tindakan operasi caesar isterinya. “Kata dokter istri saya harus dioperasi, namun dari kemarin cari darah dan juga pendonor, belum dapat. Di UTD (unit transfusi darah) stoknya tinggal satu kantong, itupun sudah ada yang punya. Istri saya perlu dua kantong untuk operasi,” katanya kepada Serambi, Kamis (27/12).

Rijal mengungkapkan, kondisi seperti itu sangat menyusahkan bagi keluarga pasien, khususnya jika kebutuhan darah itu mendadak dan sifatnya darurat. “Bila ada pendonor, mungkin tidak begitu menjadi persoalan. Tapi, bagi pasien yang tidak mendapatkan pendonor, betapa kalang kabutnya mereka dalam mencari darah,” ucapnya.

Hal senada dipaparkan keluarga pasien lainnya. Untuk itu, mereka berharap pihak RSUD Simeulue dapat mencari solusi agar stok darah di UTD rumah sakit tersebut selalu tersedia. “Mungkin, salah satu caranya dengan sesering mungkin menggelar donor darah bekerja sama dengan PMI Simeulue,” tukasnya.

Tak Punya Bank Darah
Sementara itu, Direktur RSUD Simeulue, drg Farhan yang dikonfirmasi Serambi, kemarin, juga mengakui bahwa di rumah sakit milik daerah tersebut tidak selalu tersedia darah bagi pasien yang sangat membutuhkan. Unit transfusi darah (UTD), jelasnya, hanya bersifat membantu mengambil darah dari pendonor. “Pasalnya, di rumah sakit ini tidak ada bank darah,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Farhan menyarankan, kepada pasien yang akan melahirkan secara caesar atau tindakan operasi lainnya, untuk melakukan langkah antisipasi dalam memenuhi kebutuhan darah. “Kami imbau, pasien supaya mengajak anggota keluarga sebagai pendonor. Langkah ini dapat membantu apabila tidak ada pendonor lain,” ulas dia.

Secara terpisah, Ketua PMI Simeulue, Afridawati yang dikonfirmasi Serambi melalui sambungan telepon, belum berhasil. Sebab, saat dihubungi Afridawati tidak menjawabnya meski tersambung.(sm)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved