Lagi, Dua Rumah Terbakar

Kebakaran rumah kembali terjadi di kawasan pantai timur Aceh. Kali ini, dua rumah semi permanen di dua lokasi terpisah

Lagi, Dua Rumah Terbakar
Dua unit rumah warga di Kampung Merah Pupuk, Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah, Selasa (28/8/2018), sekira pukul 18.00 WIB ludes dilahap api 

LHOKSUKON - Kebakaran rumah kembali terjadi di kawasan pantai timur Aceh. Kali ini, dua rumah semi permanen di dua lokasi terpisah terbakar pada waktu berbeda. Insiden pertama terjadi Kamis (27/12) malam sekitar pukul 23.20 WIB, dimana rumah Juraida (60), warga Desa Ceubrek Tunong, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, ludes dimangsa api. Sementara kebakaran kedua yang terjadi Jumat (28/12) sekitar pukul 03.30 WIB menimpa rumah Zubaidah (70), warga Desa Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe.

Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, untuk sementara pemiliknya harus tinggal di tenda. Kebakaran ini merupakan yang keempat kali terjadi di dua kabupaten/kota tersebut dalam seminggu terakhir (Tiga kebakaran sebelumnya di Aceh Utara dan Lhokseumawe dalam sepekan terakhir lihat boks).

Informasi yang dihimpun Serambi, kemarin, sebelum kebakaran itu Zubaidah bersama tiga anaknya sedang tertidur lelap di rumahnya. Tiba-tiba mereka terjaga akibat api mulai membakar bagian atas rumah. Sehingga mereka langsung keluar melarikan diri, seraya meminta tolong kepada warga lainnya.

Setiba di tempat itu, warga langsung berupaya memadamkan api yang membakar rumah Zubaidah secara manual. Tidak lama kemudian, beberapa mobil pemadam kebakaran juga tiba di lokasi. Dalam waktu puluhan menit, api berhasil dipadamkan dan tak sampai merembes ke bangunan lainnya. Tapi, rumah Zubaidah bersama seluruh harta bendanya ludes dilalap si jago merah.

“Informasi yang kita dapat, kebakaran itu diduga akibat adanya korsleting listrik di bagian atap rumah tersebut. Menurut keterangan korban, saat itu tak ada sumber api lain di rumah mereka,” kata Ketua Tagana Lhokseumawe, Samsul Bahri, kepada Serambi, kemarin. Dikatakan, pihaknya sudah datang ke lokasi guna mendata jumlah kerugian dan membangun tenda untuk korban. “Kita juga sudah menyalurkan bantuan masa panik untuk mereka,” demikian Samsul Bahri.

Secara terpisah, Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kapolsek Syamtalira Aron, Iptu Sudirman kepada , kemarin, menyebutkan, pada Kamis (27/12) malam sekitar pukul 23.20 WIB, warga melihat asap mengepul dari rumah Juraida (60), di Lorong Leupe, Desa Ceubrek Tunong, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara. Saat warga dan anggota Polsek tiba di lokasi kejadian, menurut Iptu Sudirman, api dalam rumah tersebut sudah membesar.

Dikatakan, warga sudah berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Karena itu, api semakin membesar dan menghanguskan rumah semipermanen tersebut dan seluruh isinya. Tak lama kemudian tiga mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan petugas langsung berusaha memadamkan sisa api. “Sekitar 30 menit kemudian, api berhasil dipadamkan petugas dengan dibantu warga,” katanya seraya menyebutkan barang yang terbakar antara lain tiga LCD mobil, dua kulkas, seluruh peralatan rumah, dan uang Rp 4,5 juta.

Kasus Meningkat, Ini
Imbauan BPBD
KABID Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara,Adharyadi, kepada Serambi, kemarin, menyebutkan, dalam setahun kebakaran di kabupaten itu mencapai 235 kasus lebih. Dari jumlah tersebut, penyebabnya dominan akibat korslet listrik dan selang kompor gas bocor. “Karena itu, kita mengimbau warga supaya memperhatikan kedua hal tersebut,” ujar Azharyadi.

Secara rinci, ia menyampaikan beberapa imbauan kepada masyarakat dalam rangka meminimalisir kebakaran yang disebabkan oleh dua hal tersebut. Apalagi, lanjut Azharyadi, selama ini kasus kebakaran terus meningkat. Imbauan itu, sebut Azhar, adalah menyimpan tabung gas LPG sejauh mungkin dari kompor atau sumber api yang lain, pasang regulator pada katup tabung LPG dengan posisi knop regulator mengarah ke bawah, dan pastikan regulator tidak dapat terlepas dari katup tabung gas LPG yang sering digunakan.

Selain itu, tambah Azharyadi, kompor dan tabung gas simpan pada tempat yang datar dan di ruangan yang memiliki sirkulasi udara yang baik, memeriksa setiap saat selang kompor gas dan menggantikan bila sudah tidak bagus lagi, serta tidak menggunakan T stop kontak dengan peralatan elektronik yang berlebihan.(bah/jaf)

tiga kebakaran sebelumnya

- 24 Desember 2018: Rumah semipermanen milik Panianto (45), warga Desa Lhok Meureubo, Kecamatan Sawang, Aceh Utara
- 26 Desember 2018: Dua ruko berkonstruksi kayu di Desa Blang Weu Panjoe, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe
- 27 Desember 2018: Rumah milik almarhum Direktur Utama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sabee Meusampe Lhokseumawe

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved