Aceh Ekspor Contoh Barang ke India

Ekspedisi pionir perdagangan antara Aceh dengan Kepulauan Andaman-Nikobar, India, Sabtu (29/12), diluncurkan

Aceh Ekspor Contoh Barang ke India
SERAMBI/BUDI FATRIA
Peluncuran Ekspedisi Pionir Kapal Dagang Aceh di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, menuju ke Pelabuhan Port Blair ke Pulauan Andaman dan Nicobar, India, Sabtu (29/12). SERAMBI/BUDI FATRIA 

BANDA ACEH - Ekspedisi pionir perdagangan antara Aceh dengan Kepulauan Andaman-Nikobar, India, Sabtu (29/12), diluncurkan, di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar. Dalam ekspedisi perdana itu, KM Aceh Millenium membawa sejumlah produk dari Aceh untuk dipamerkan di India.

Sejumlah barang yang dibawa berupa makanan, furniture, kerajinan tangan, batu bata, mi instan, kayu, hingga kopi. KM Aceh Millenium akan menempuh jarak sekitar 175 km untuk mencapai Kota Port Blair di Pulau Andaman.

Kepala Badan pengkajian dan pengembangan kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Dr Siswo Pramono mengatakan, ekspedisi perdana itu merupakan tindaklanjut dari kerja sama antara Indonesia dan India. Kedua negara memiliki visi bersama dalam mengembangkan perekonomian Indopasifik.

“Hubungan antara Aceh dengan India sudah dimulai sejak dua ribu tahun lalu, yaitu pada masa Kerajaan Samudera Pasai, sehingga hubungan dagang itu dapat dilanjutkan hingga ribuan tahun kedepan,” ujarnya.

Ia menambahkan, hubungan antara Aceh dengan Andaman-Nikobar tidak hanya soal ekspor impor barang, namun juga dapat menyasar sektor pariwisata. Sebab, setiap tahunnya ada 200 ribu wisatawan dari daratan India datang ke Andaman-Nikobar. Sehingga, kata Siswo, jika Aceh mampu menarik sekitar 20 persen diantaranya datang ke Aceh, tentu akan sangat berdampak terhadap perekonomian. Sehingga kedepan akan dibuka rute penerbangan dari dua wilayah tersebut.

Sementara Konsulat Jenderal India untuk Indonesia, Shalia Shah mengatakan, dibuka hubungan dagang itu sangat menguntungkan kedua pihak. Terdapat beberapa barang yang berpeluang diekspor dari Aceh seperti sayur-sayuran, buah-buahan, furniture, hingga material bangunan seperti pasir dan semen.

Sementara Penasihat Kadin Aceh, Azhari Idris mengatakan, barang yang dikirim ke Andaman-Nikobar untuk diperlihatkan kepada para pengusaha di India. Jika para pengusaha India tertarik, maka nanti akan dibangun antara pebisinis India dengan pebisnis Aceh untuk menjalankan ekspor-impor secara rutin.

Bahkan, jika memungkinkan nanti Aceh dapat mengirim batu kerikil untuk kebutuhan konstruksi/pembangunan di Andaman. Karena, kata Azhari, jika barang itu dikirim dari India tentu membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang besar.

Pelepasan kapal perdana itu disaksikan oleh Wali Nanggroe, Malik Mahmud Al-Haytar, Kepala Dinas Perdagangan Aceh, Raudhi, pengusaha, hingga pengurus Kadin Aceh.(mun)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved