Periksa Izin PMKS Socfindo

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) meminta Bupati Nagan Raya untuk segera memeriksa semua perizinan Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS)

Periksa Izin PMKS Socfindo
SERAMBI/SA'DUL BAHRI
WARGA mengumpuLkan ikan yang mati di Sungai Alue Geutah di Desa Alue Bateung Brok, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Sabtu (29/12). Ribuan ikan di sungai itu mati mendadak yang diduga akibat pencemaran limbah PMKS PT Socfindo Seumayam.SERAMBI/SA'DUL BAHRI 

* Permintaan YARA kepada Pemkab Nagan Raya

SUKA MAKMUE - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) meminta Bupati Nagan Raya untuk segera memeriksa semua perizinan Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) milik PT Socfindo Seumayam di Kecamatan Darul Makmur yang diduga telah melakukan pencemaran lingkungan, sehingga menyebabkan matinya ribuan ikan di sungai.

“Kami mendesak Pemerintah Nagan Raya supaya segera mengirimkan tim investigasi untuk mencari penyebab pencemaran sungai yang telah menyebabkan semua jenis ikan di sungai mati. Pemerintah juga perlu memeriksa seluruh perizinan PMKS PT Socfindo, baik masalah Amdal dan izin operasional lainnya, serta penyaluran dana bina lingkungan atau CSR, apakah sudah sesuai aturan atau belum,” tegas Hamdani, Ketua YARA Pantai Barat Selatan kepada Serambi, Minggu (30/12).

Ia menambahkan, untuk mencegah meluasnya pencemaran, pemkab setempat perlu melakukan penataan kembali perizinan PMKS, terutama terkait lingkungan. Hal itu dimaksudkan agar tidak ada korban lagi ke depan akibat kelalaian dari pihak pemerintah dalam menertibkan PMKS yang ada di Nagan Raya.

“Perlu penataan menyeluruh terhadap perizinan PMKS yang ada di Nagan Raya agar tidak terjadi kerusakan lingkungan yang akan mengorbankan masyarakat nantinya,” terang Hamdani.

Terkait adanya dugaan pencemaran limbah PMKS PT Socfindo Seumayam, tukas dia, YARA meminta Bupati Nagan menghentikan sementara operasional pabrik sambil menunggu selesainya investigasi atas kasus pencemaran sungai yang diduga berasal dari PMKS Socfindo.

Sedangkan, anggota DPRK Nagan Raya, Cut Man meminta Bupati untuk bertindak tegas terhadap pihak perusahaan yang melanggar aturan soal lingkungan. Hal itu, sebutnya, penting dilakukan supaya tidak menimbulkan malapetaka terhadap warga di masa mendatang. “Kita meminta Bupati agar mengutamakan kepentingan dan keselamatan warga dari ancaman pencemaran, seperti dugaan pecemaran limbah PMKS milik Socfindo Seumayam di Kecamatan Darul Makmur,” tukasnya.(c45)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved