Dalam Pidato Tahun Barunnya, Kim Jong Un Beri Peringatan untuk Amerika Serikat

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengawali Tahun Baru dengan memberi peringatan kepada Amerika Serikat ( AS).

Dalam Pidato Tahun Barunnya, Kim Jong Un Beri Peringatan untuk Amerika Serikat
Trump dan kim jong un 

SERAMBINEWS.COM - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengawali Tahun Baru dengan memberi peringatan kepada Amerika Serikat ( AS).

Pada pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Singapura (12/6/2018), kedua negara sepakat untuk melaksanakan denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Namun perkembangan proses denuklirisasi itu terhambat dikarenakan baik AS maupun Korut bersikukuh membeberkan definisi "denuklirisasi" menurut mereka.

Dalam wawancara dengan televisi pemerintah seperti dikutip BBC Selasa (1/1/2019), Kim Jong Un mengatakan dia sangat berkomitmen untuk melakukan denuklirisasi.

Namun Kim Jong Un menuntut AS untuk menepati janji dengan mencabut sanksi Korut sebelum dia menyerahkan senjata nuklir dan rudal balistik.

Baca: Objek Wisata di Aceh Selatan Jadi Tujuan Liburan Tahun Baru, Pengunjung Ungkap Rasa Kecewa

Baca: Dari Tomat hingga Jamur, Ini 10 Makanan yang Bisa Jadi Pilihan Untuk Membuatmu Tampak Awet Muda

Baca: Ceramah di Langsa, UAS Cerita Tentang Wali Kota yang Berani Lenyapkan Maksiat di Malam Tahun Baru

Baca: NASA Sebut Erupsi Gunung Agung Bisa Selamatkan Kelangsungan Hidup Umat Manusia di Bumi

Baca: Sebar Hoaks di Facebook, Seorang Petani di Kupang Ditangkap Polisi

Baca: Bumi Super Baru yang Penuh dengan Batu Permata Ditemukan Ilmuwan Eropa

"Jika tidak, kami tak punya pilihan selain meninggalkannnya dan memikirkan cara melindungi kepentingan dan kedaulatan kami," terangnya.

Korut selama ini mengeluhkan sikap keras Amerika Serikat yang masih mempertahankan sanksi sebelum mereka memverifikasi dan mengonfirmasi telah dilakukan denuklirisasi.

Kim Jong Un juga menyatakan siap bertemu Donald Trump kapan saja untuk menghasilkan kesepakatan yang nantinya bakal diakui dunia internasional.

Mantan Wakil Menteri Unifikasi Korea Selatan (Korsel) Kim Hyung-seok kepada AFP berkata, pidato Kim menyiratkan rasa frustrasinya karena macetnya negosiasi.

Menurut Kim Hyung-seok, pemimpin 35 tahun itu berharap Amerika Serikat bakal mengambil langkah tertentu setelah dia memutuskan menghancurkan situs nuklirnya.

Halaman
12
Editor: Amirullah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved