Opini

Anomali Awal Tahun 2019

TEKAD Pemerintah Aceh untuk percepatan proses Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Tahun Anggaran 2019 yang rencananya diumumkan pada 7 Januari 2019

Anomali Awal Tahun 2019
FOTO HUMAS PEMERINTAH ACEH
PLT Gubernur Aceh, Nova Iriansyah (kiri) dan Ketua DPRA, Sulaiman, disaksikan Sekda Aceh, Dermawan, menandatangani Rancangan Qanun Aceh tentang APBA 2019 di Gedung Utama DPRA, Senin (17/12) malam.

(Potret Pelaksanaan APBA/APBK)

Oleh Kurdi dan Teuku Dadek

TEKAD Pemerintah Aceh untuk percepatan proses Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Tahun Anggaran 2019 yang rencananya diumumkan pada 7 Januari 2019 mendatang (Serambi, 28/12/2018), patut diapresiasi dan didukung oleh seluruh pemangku kepentingan di Aceh. Lebih dari 10 ribu paket proyek yang ditender dengan pagu Rp 6,3 triliun dari Rp 17 triliun pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2019. (https://sirup.lkpp.go.id).

Sehubungan dengan itu, para pemangku kepentingan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Aceh menandatangi rekomendasi bersama percepatan proses PBJ. Rekomendasi yang ditandatangani pada 23 November 2018 lalu, telah melahirkan lima komitmen penting, yaitu: Pertama, meningkatkan kerjasama dalam pembinaan dan memberikan arahan terkait kelembagaan serta sumber daya manusia (SDM) pengadaan;

Kedua, penandatanganan kontrak pekerjaan kontruksi paling lambat pada 31 Maret 2019; Ketiga, menyelesaikan pemindahan/permanen personil Pokja Pemilihan paling lambat pada 2019; Keempat, melakukan pendampingan implementasi SPSE Versi 4.3 dan aplikasi Sistem Kinerja Penyedia (Sikap), dan; Kelima, Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) terlibat dalam perencanaan pengadaan.

Kesuksesan proses lelang perdana yang telah direncanakan itu tidak terlepas juga dari keberhasilan pihak legislatif dan eksekutif dalam pengesahan APBA di tingkat provinsi maupun APBK di tingkat kabupaten/kota. Pengesahan sesuai kalender anggaran sebagaimana diatur dalam Permendagri No.13 Tahun 2016 dan perubahannya merupakan sisi lain yang tidak dapat kita abaikan dan menjadi kunci awal pelaksanaan APBA/APBK berkualitas dan tepat waktu.

Momentun harmonisasi antara eksekutif dan legislatif, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi harus tetap terjaga dan pada akhirnya seluruh kegiatan di APBA/APBK dapat diselesaikan secara tepat waktu dan sesuai ketentuan. Ketetapan waktu adalah hal yang penting namun memastikan kualitas dari kegiatan menjadi sangat penting. Kualitas dipengaruhi oleh profesional dari pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan APBA/APBK mulai dari pelaku pengadaan, rekanan yang berpengalaman, keterlibatan masyarakat dan pengawasan pihak legislatif sebagai mitra eksekutif.

Anomali PBJ
Belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, kesuksesan proses penganggaran dan lelang dini baik di provinsi maupun kabupaten/kota di sepertiga paruh waktu tahun anggaran ternyata masih menyisakan pengalaman pahit. Garis anomali pengadaan barang dan jasa cenderung melambat. Hal ini ditandai banyaknya sisa paket yang belum dapat dilakukan proses lelang oleh pihak UKPBJ. Fakta ini mengakibatkan program atau kegiatan APBA/APBK tidak dapat dirasakan saat itu juga oleh masyarakat sebagai penerima manfaat. Ini adalah gambaran potret pelaksanaan APBA/APBK.

Anomali yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai ketidaknormalan atau kelainan. Kita merasakan bahwa pengesahan anggaran dilakukan sangat cepat dan ditandai dengan percepatan lelang perdana, namun pada saat sepertiga paruh akhir tahun mengalami keterlambatan baik proses PBJ maupun pelaksanaan kontrak yang menjadi fenomena setiap tahun. Mengapa, ketidaknormalan ini selalu dialami?

Sudah saatnya, anomali ini harus mampu dipetakan dengan baik terutama para pelaku pengadaan mulai dari pengguna anggaran, pejabat pembuat komitmen maupun Pokja pemilihan. Komitmen pimpinan dalam rangka percepatan proses PBJ untuk mempercepat perputaran ekonomi daerah harus mampu diimplementasi oleh pelaku pengadaan dan pada akhirnya anomali dapat ditekan bahkan dapat tetap mempertahankan proses PBJ secara tepat waktu.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved