Salam

Menapaki 2019 dengan Semangat Optimisme

PERPUTARAN waktu telah mengantar kita menapaki tahun baru 2019. Tahun 2018 yang sudah kita lalui, kini hanya tinggal kenangan

Menapaki 2019 dengan  Semangat Optimisme
Instagram Ustaz Abdul Somad/Youtube
Ustaz Abdul Somad soal Tahun Baru 2019 

PERPUTARAN waktu telah mengantar kita menapaki tahun baru 2019. Tahun 2018 yang sudah kita lalui, kini hanya tinggal kenangan dalam lembaran sejarah yang tak terulang. Ibarat sebuah buku kita telah menulis dari halaman pertama, hingga hampir meyelesaikannya. Entah apa yang telah kita tulis di sana, masing-masing kita tentunya punya kisah dan cerita yang berbeda.

Dalam perumpamaan lain, mungkin kita ibarat sebuah kapal yang mengarungi samudera kehidupan. Kita telah berlayar, mengarungi luasnya samudera kehidupan, melewati derasnya ombak dan gelombang yang terkadang membuat kita nyaris tenggelam. Terkadang kita mengikuti arus kehidupan, tapi adakalanya kita berusaha melawan arus dan satu-satunya harapan kita hanyalah Allah Swt, hingga akhirnya kita tiba di pelabuhan kehidupun.

Ya, hidup memang punya banyak cerita. Tahun 2018 yang baru saja kita lewati, bukan hanya tentang waktu yang telah terlampaui, tapi tentang cerita, kisah, kenangan, dan kebersamaan yang telah kita torehkan. Terkadang ada canda tawa bahagia, ada sedih, tangis, dan duka nestapa, ada marah dan kecewa, berjuta rasa menjadi teman perjalanan kita di tahun 2018 lalu. Mungkin kita menangisi hidup, karena beban yang kita pikul memang terasa sangat berat. Atau bisa jadi kita merasa kecewa dan putus asa, karena hidup tak seperti yang kita harapkan.

Barangkali ada yang menangis sedih karena “kepergian” orang-orang tercinta, tapi ada pula yang tersenyum ketika ada tangis bayi dalam keluarga mereka. Ada yang harus menjalani hidupnya dalam perawatan di rumah sakit. Ada pula yang menjalani hidupnya di rumah yang sederhana dan melarat. Semua kita punya kisah dan cerita tentang kehidupan yang berbeda-beda.

Dalam konteks global, kita masih melihat betapa konflik dan perang yang mengoyak nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan antarbangsa seakan masih tak ada ujung penyelesaiannya. Demikian pula perlombaan senjata dan persaingan dagang, yang ditingkahi kemajuan teknologi dan informatika, seakan semuanya ingin menjadi unggul dan bermartabat.

Lalu, dalam konteks nasional dan regional, hampir sepanjang 2018 lalu, kita dihampiri oleh ragam bencana alam dahsyat dan mencengangkan; mulai dari banjir, angin kencang, gunung meletus, gempa bumi, dan likuifaksi. Bahkan yang paling mutakhir, kita dikejutkan dengan tsunami yang tak biasa, menerjang masyarakat pesisir Selat Sunda yang mendiami Provinsi Banten di Pulau Jawa dan Lampung di Sumatera.

Kini, kita telah berada di tahun baru 2019. Tentunya kisah sedih dan cerita duka yang sempat menghampiri kita pada tahun sebelumnya itu, hendaknya menjadi pelajaran dan pengalaman berharga bagi kita dalam menatap dan melanjutkan kehidupan. Kita sosonsong dan kita sambut tahun baru 2019 ini dengan penuh harapan dan semangat optimisme.

Ya, benar adanya, bahwa setiap momen dalam hari-hari kita mempunyai maknanya sendiri-sendiri. Pagi hari membawa harapan, siang hari mengusung keyakinan, dan malam bermakna impian. Mudah-mudahan kita semua menapaki tahun baru 2019 ini dengan optimisme dan senantiasa menyandarkan harapan kita pada kehendak dan ridha-Nya. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved