Tafakur

Perjalanan Musafir

Hidup dan perjalanan adalah dua hal yang berbeda secara makna tapi memiliki banyak kesamaan

Perjalanan Musafir
Tafakur

Oleh: Jarjani Usman

“Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau seorang musafir” (HR. Bukhari).

Hidup dan perjalanan adalah dua hal yang berbeda secara makna tapi memiliki banyak kesamaan. Sehingga seringkali hidup diibaratkan dengan perjalanan. Perjalanan dan hidup memiliki pendahuluan, pelaku, arah yang dituju, permasalahan, dan akhir.

Ketika memasuki awal tahun, maknanya bisa berbeda-beda bagi setiap insan. Sebahagiannya baru memulai perjalanan hidup, karena baru lahir ke dunia ini. Sebahagian yang lain sedang dalam proses perjalanan. Ada juga yang sedang mengalami permasalahan. Juga ada yang mengakhiri perjalanan, karena ajalnya yang telah ditentukan Allah telah tiba.

Karena itu, saat diberikan kesempatan untuk memulai perjalanan, segala permasalahan yang (akan) ditemui sepanjang perjalanan adalah hal biasa yang tak terpisahkan dari kehidupan. Demikian juga ketika akan diakhiri perjalanan, itu juga sebenarnya bagian tak terpisahkan dari kehidupan seseorang hamba.

Yang paling bermakna adalah bila mampu membekali perjalanan dengan kebaikan, dan mengambil pelajaran dari setiap yang ditemui dalam perjalanan. Memastikan perjalanan tetap berada dalam jalur yang benar adalah hal yang sangat disarankan dilakukan setiap saat, karena setiap saat seseorang hamba bisa tergelincir.

Beruntunglah orang-orang yang diberikan waktu panjang untuk mengadakan perjalanan di dunia ini, karena bisa melakukan taubat dari kesalahan dalam memapah perjalanan diri sendiri. Beruntung juga orang yang diberikan waktu perjalanan singkat, bila mampu selalu menjaga diri dalam ketaatan kepada Allah.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved