Tafakur

Amal Bakti

Bila berbuat baik kepada sesama manusia karena Allah, kita tak akan pernah rugi. Namun tak semua orang mau

Amal Bakti
Tafakur

Oleh: Jarjani Usman

“Sebaik-baik manusia ialah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya” (HR. Ahmad, at Thabrani, At Daruqutni).

Bila berbuat baik kepada sesama manusia karena Allah, kita tak akan pernah rugi. Namun tak semua orang mau, karena membantu sesama dianggap hanya menguntungkan orang lain. Orang lain pun tak akan membalasnya di saat mereka sukses setelah dibantu. Apalagi tak sedikit orang yang melupakan orang yang telah membantunya. Walaupun demikian, beramal bakti memberi banyak keuntungan bagi diri kita juga.

Pertama, siapa saja yang ringan tangan membantu akan dicatat sebagai hamba terbaik. Pengangkatan derajat oleh Allah itu sangat penting bagi setiap hamba, karena memperoleh cinta Allah.

Kedua, jika kita tergolong sebagai hamba yang suka menolong, akan ditolongNya kapan saja. Itu janji Allah, sebagaimana dalam hadits: “Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan membantu keperluannya” (Muttafaq `alaih).

Ketiga, berbuat baik kepada sesama sama artinya melaksanakan perintah Allah, sehingga memperoleh pahala berganda. Dalam Alquran disebutkan: “Barangsiapa berbuat kebaikan memperoleh pahala sepuluh kali lipat dari amalnya” (QS. Al An’am: 160).

Keuntungan lainnya, kenikmatan hidup yang diperoleh orang yang dibantu, mengalirkan pahala bagi yang telah membantunya.

Oleh karena itu, kita harus yakin tentang keuntungan besar berbuat baik. Allah telah menjaminnya: “Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik kepada diri sendiri” (QS. Al Isra’: 7).

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved